SURYA.CO.ID SURABAYA - PT Pelindo Marine Service atau Pelindo Marine menggelar pelatihan kepemimpinan bagi 73 nakhoda kapal tunda dari Regional 1, 3, dan 4 di Belawan, Surabaya, serta Makassar pada Juli hingga Agustus 2026.
Pelatihan bertajuk Leadership Program for Captain: Navigate to Excellence tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan nakhoda dalam memimpin kru, membangun budaya keselamatan, dan mendukung keandalan operasional kapal.
Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko Pelindo Marine, Lia Indi Agustiana, mengatakan program In House Training (IHT) bagi pelaut telah berjalan konsisten selama tiga tahun dan mendapat respons positif dari peserta.
"Program ini memberikan ruang bagi para nakhoda untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pelindo Marine dalam membangun SDM maritim yang kompeten, profesional, dan berorientasi pada keselamatan," kata Lia, Jumat (4/9/2026).
Pelatihan tersebut berfokus pada penguatan kemampuan kepemimpinan di atas kapal sebagai bagian dari upaya membangun budaya keselamatan (safety culture), sekaligus mendukung keandalan operasional perusahaan.
Baca juga: Update Penyelidikan Kasus Ratusan Santri Keracunan MBG di Sidoarjo, Mabes Polri Turun, Ini Hasilnya
Untuk memperkaya wawasan peserta, Pelindo Marine menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi, manajemen, dan regulator. Materi pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan di lapangan yang dipetakan melalui survei pelaksanaan program IHT sebelumnya.
"Pendekatan ini dilakukan agar pengembangan kompetensi kepemimpinan nakhoda lebih tepat sasaran dan relevan dengan tantangan operasional," jelas Lia.
Dalam pelaksanaan IHT di Surabaya, Pelindo Marine menghadirkan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun.
Ia memberikan perspektif mengenai peran strategis nakhoda dalam membangun budaya keselamatan di atas kapal. Posisi nakhoda dinilai memiliki peran penting karena kepemimpinan di atas kapal berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa, aset, dan barang.
"Nakhoda sebagai pemimpin menentukan arah. Sikap nakhoda menentukan keselamatan, baik jiwa, aset, maupun barang, bukan hanya ucapan dan teori, tetapi wajib dijalankan sesuai peraturan yang berlaku karena menjadi bagian penting dalam mewujudkan keselamatan pelayaran,” ungkap Agustinus Maun
Sementara itu, Nakhoda KT Hang Tuah IV, Abdul Rahman Ali, menilai materi teknik pemberian feedback konstruktif serta coaching dan empowering tim memberikan bekal penting untuk membangun komunikasi yang lebih efektif sekaligus meningkatkan kinerja kru di atas kapal.
Baca juga: Pelindo Marine Tambah Dua Kapal Pandu Baru untuk Perkuat Logistik Kalimantan
"Materi ini sangat bermanfaat untuk membantu saya membangun komunikasi yang lebih baik dengan kru serta menciptakan kerja sama tim yang lebih solid dalam mendukung operasional kapal," komentar Abdul Rahman.
Pelindo Marine menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para pelaut, khususnya nakhoda sebagai pemimpin utama di atas kapal.
Komitmen tersebut dilakukan melalui penyelenggaraan IHT yang berkelanjutan dengan pengembangan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan operasional di lapangan.