Dekan FK Unila Ungkap Pentingnya Membangun Kepekaan Masyarakat Terhadap Gejala TBC
Robertus Didik Budiawan Cahyono September 04, 2026 05:40 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kehadiran Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus ke Lampung menjadi momen memperkuat kesadaran masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dalam penanggulangan tuberkulosis (TB) melalui launching Peduli TB Lampung.

Baca juga: Wagub Jihan Kejar 841 Kasus TBC per Minggu, Target Bebas TBC 2030

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila), Evi Kurniawaty, menyoroti pentingnya membangun kepekaan masyarakat terhadap gejala TBC terhadap orang sekitar yang diduga mengalami penyakit tersebut.

Menurut dia, upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap penyakit tuberkulosis (TBC) harus terus didorong melalui penguatan edukasi dan keterlibatan berbagai pihak. 

Salah satu pesan penting yang disampaikan Evi dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat adalah agar tidak menganggap sepele batuk yang berlangsung lama.

“Jangan menyepelekan batuk, apalagi jika batuk lebih dari 2 minggu, itu sudah harus dibawa berobat,” ungkap Evi selaku Dokter sekaligus Dekan FK Unila, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, batuk lebih dari dua minggu sudah harus segera diperiksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Terlebih jika batuk disertai darah, maka masyarakat diminta tidak menunda pengobatan lagi.

“Apalagi kalau sudah batuk berdarah, harus dipaksa berobat, jangan tunggu nanti,” tegasnya.

Menurutnya, kepedulian terhadap TBC tidak cukup hanya dengan mengetahui gejala dan juga penyakitnya. 

Masyarakat harus perlu memiliki kepedulian, keberanian untuk mengingatkan serta mendorong orang sekitar yang sudah mengalami gejala di atas untuk segera mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan di klinik atau rumah sakit terdekat.

Jangan Tunggu Kondisi Memburuk

Salah satu tantangan dalam penanganan TBC adalah masih adanya masyarakat yang menganggap batuk sebagai keluhan biasa. Akibatnya, seseorang dapat menunda pemeriksaan hingga kondisinya semakin berat.

Padahal, batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu merupakan salah satu tanda yang perlu mendapat perhatian serius.

(Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.