Colosseum Roma Jadi Zona Merah, Turis Diimbau Waspada Pencopet
GH News September 04, 2026 05:09 PM
Roma -

Kawasan Colosseum di Roma, Italia, kini berstatus zona merah, karena meningkatnya kasus kriminalitas di destinasi favorit wisatawan dunia itu.

Pemerintah Roma memperketat pengamanan di sekitar Colosseum setelah maraknya kasus kriminalitas, salah satunya pencopetan yang menyasar wisatawan.

Status tersebut diberlakukan sejak akhir Agustus dan akan berlangsung hingga 24 Desember 2026. Pihak kepolisian kini mendapat tambahan kewenangan untuk menjaga ketertiban, termasuk menindak orang yang diduga membuat keributan atau memerintahkan mereka untuk meninggalkan kawasan

Mengutip , Jumat (4/9/2026) kebijakan tersebut diambil setelah sejumlah insiden terjadi di sekitar Colosseum. Pada Juli lalu, sekitar 50 anak muda menyerang polisi dengan menggunakan kembang api hingga sejumlah petugas terluka.

Otoritas setempat menilai kejadian itu menjadi bagian dari meningkatnya kejahatan jalanan dan peredaran narkoba di kawasan tersebut. Pengamanan ekstra juga diterapkan di sejumlah titik lain yang ramai wisatawan seperti Stasiun Termini, Basilika Santo Petrus, dan Basilika Santa Maria Maggiore.

Polisi akan meningkatkan pengawasan selama 24 jam, didukung kehadiran personel militer yang selama ini sudah berjaga di sejumlah objek wisata utama Roma.

Meski begitu, pencopetan masih terjadi di tengah ketatnya penjagaan. Contohnya, wisatawan asal Amerika Serikat, Janelle Triton, mengaku melihat seorang perempuan menjadi korban pencopetan saat berkunjung ke kawasan Colosseum.

"Keamanan di sini sangat ketat, tetapi saya baru saja melihat seorang perempuan menjadi korban pencopetan," kata Triton.

Ia menuturkan pelaku sudah menghilang saat aparat hendak bergerak ke tempat kejadian. Selain itu, pihak hotel tempatnya menginap juga telah memperingatkan agar tidak mendatangi kawasan tersebut pada malam hari.

"Kami diberi tahu oleh pihak hotel untuk tidak datang ke sini (Colosseum) pada malam hari, jadi kami menghindari kawasan ini," ungkapnya.

Masalah keamanan itu muncul di tengah investasi besar Roma untuk membenahi infrastruktur kota terutama pembangunan stasiun metro Colosseum yang dibuka pada Desember 2025 sebagai bagian dari proyek pengembangan jaringan kereta bawah tanah senilai USD 8,3 miliar (Rp 146 triliun).

Pejabat yang bertanggung jawab atas keamanan di Roma, Lamberto Giannini, menyebut stasiun metro baru itu sebagai salah satu faktor yang berkaitan dengan meningkatnya insiden. Stasiun tersebut juga menjadi akses bagi kelompok anak muda terpinggirkan menuju pusat bersejarah Roma untuk menyasar wisatawan dan warga.

Aturan zona merah diterapkan karena pengamanan sebelumnya belum cukup mengatasi situasi darurat ketertiban umum di kawasan sensitif. Pemerintah Roma juga menegaskan akan mengevaluasi dampak kebijakan itu lewat laporan yang terbit September ini.

Muhammad Lugas Pribady
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.