TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Kondisi kabut asap sudah mulai berkurang di wilayah kota Bengkalis. Bahkan jarak pandang sejak, Jumat (4/9) pagi sudah terlihat jelas.
Kondisi cuaca panas juga mulai terasa sejak pagi hari. Meskipun dari jarak pandang yang cukup jelas, namun kondisi pandangan ke arah langit masih terasa kabur.
Budi warga desa Wonosari Kecamatan Bengkalis mengakui kondisi hari ini terasa lebih cerah. Jarak pandang sejak pagi terlihat jelas dan panas.
"Hari ini lebih teranglah dan panas sejak pagi, tidak terlihat berkabut seperti beberapa hari terakhir," ungkapnya.
Menurut dia, kabut asap lumayan terasa empat hari lalu. Namun menurutnya masih bisa beraktifitas karena udara terasa biasa saja.
"Memang berkabut empat hari lalu, tapi tak ada bau asap sama sekali. Namun kami tetap batasi anak untuk tidak beraktifitas di luar rumah kecuali pergi ke sekolah," terangnya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bengkalis Rony Afriadi dari laporan kasat mata petugas masing masing Kecamatan kondisi kabut asap di wilayah Bengkalis masih terasa di kecamatan Mandau dan Pinggir. Namun kabut terasa tipis, sementara di kecamatan lain sudah mulai cerah.
Baca juga: Sempat Padam, Karhutla di Inhu dan Bengkalis Kembali Berkobar, Helikopter Dikerahkan Lagi
"Bahkan beberapa desa di pulau Bengkalis tadi pagi sempat hujan gerimis walaupun berlangsung tidak lama," terangnya.
Pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat keluar rumah. Serta membatasi aktifitas di luar jika tidak ada keperluan yang mendesak.
Sementara meskipun kabut asap mulai berkurang, pantauan dari Stasiun Pemantau Kualitas Udara Ambient (SPKUA) Kementerian Lingkungan Hidup yang ada di kantor DLH Bengkalis kualitas udara masih berada diindikator kuning hingga siang ini.
Kondisi ini masih masuk dalam kategori tidak sehat. Angka polusi udara PM2.5 bahkan masih menunjukkan angka 159.
( Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)