Dinkes Kampar Tangani 85 Gangguan Kesehatan Dampak Karhutla, Hampir Semua ISPA
Muhammad Ridho September 04, 2026 05:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Kualitas udara memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah berdampak terhadap kesehatan masyarakat Kampar. 

Dinas Kesehatan Kampar mencatat sebanyak 176 jiwa mengalami gangguan kesehatan.

Terbanyak mengalami Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Kepala Dinas Kesehatan Kampar, Zulhendra Das'at melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Elfian mengatakan, jumlah tersebut direkap hingga Agustus 2026.

Selain ISPA, gangguan lain pada mata (konjungtivitas), iritasi kulit, dan asma. 

Ia mengakui karhutla telah berdampak terhadap kesehatan. Kendati begitu dampaknya belum menunjukkan peningkatan signifikan.

"Karhutla memang berdampak, tetapi peningkatannya tidak signifikan. Dalam rapat koordinasi dengan Kementerian Kesehatan juga sudah kita sampaikan," ujarnya kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (4/9/2026).

Dinas Kesehatan menghimpun data dari 32 unit Puskesmas. Data menunjukkan ISPA mencapai 76 kasus.

Baca juga: Udara di Kampar Masih Tidak Sehat, Ini Alasan Disdikpora Tetap Berlakukan Belajar Tatap Muka

Terdiri dari 41 laki-laki dan 38 perempuan.

Terbanyak di Puskesmas Tambang, 12 kasus.

Disusul di Puskesmas Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu 10 kasus dan Puskesmas Tanah Tinggi Kecamatan Tapung Hilir delapan kasus.

Selain itu, konjungtivitas terjadi dua kasus, iritasi kulit enam kasus, dan asma di satu kasus.

Ia tak menampik warga terdampak bisa lebih banyak.

 Hal itu dikarenakan yang terdampak tidak mengakses layanan kesehatan.

( Tribunpekanbaru.com / Fernando Sihombing)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.