Pabrik BYD di Subang Resmi Beroperasi, BYD Siap Stop Impor CBU dan Fokus Produksi Lokal
Mochamad Dipa Anggara September 04, 2026 06:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - BYD Motor Indonesia memastikan tidak lagi mengandalkan impor mobil secara utuh atau Completely Built Up (CBU) setelah pabrik manufaktur kendaraan BYD di Subang, Jawa Barat resmi beroperasi.

Head of Public and Government Relations BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan mengatakan, keberadaan fasilitas manufaktur tersebut menjadi bagian dari transisi BYD dari kendaraan impor menuju produksi kendaraan secara lokal di Indonesia.

Menurut Luther, BYD berkomitmen menghentikan impor kendaraan dan mulai berkonsentrasi pada produksi di dalam negeri.

"Kami memang berkomitmen untuk stop (CBU), karena kita sudah punya (pabrik BYD di Subang, Indonesia)." ujar Luther saat ditemui dalam peluncuran pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026).

Ia menjelaskan, bahwa kendaraan BYD yang saat ini masih berstatus impor merupakan bagian dari sisa pasokan yang sebelumnya telah masuk ke Indonesia.

BYD sebelumnya mendapatkan fasilitas untuk mengimpor hingga 100.000 unit kendaraan dalam periode dua tahun sebagai bagian dari skema insentif investasi.

Sebagai kompensasinya, BYD memiliki kewajiban membangun fasilitas manufaktur di Indonesia dalam periode yang sama.

"Kami granted untuk bisa mengimpor kendaraan sampai 100 ribu unit dalam 2 tahun. Secara kompensasi kami harus bangun pabrik dalam waktu 2 tahun, dan kami sudah realisasikan. Artinya kita menjawab komitmen itu," ujar Luther.

Adapun, dari kuota impor 100.000 unit tersebut, lanjut Luther, BYD telah merealisasikan sekitar 92.000 unit kendaraan.

"Total-total kami hanya impor sebanyak 92 ribu unit, dari total 100 ribu. Itu sudah terasa cukup," ujarnya..

Ia menegaskan, kendaraan yang diimpor melalui skema tersebut bukan sekadar untuk dijual di pasar Indonesia.

Impor tersebut juga menjadi bagian dari komitmen investasi BYD sebelum perusahaan mengalihkan produksinya ke fasilitas lokal.

"Memang kami mengkompensasi insentif impor tersebut dengan menyebarkan (unit CBU) dulu ke market, yang  nantinya pasti kami akan produksi secara lokal," ungkapnya.

BYD Produksi Atto 3 dan M6 di Subang
Luther juga mengatakan sejumlah model BYD mulai diarahkan untuk diproduksi secara lokal di pabrik Subang.

Dua di antaranya adalah BYD Atto 3 dan BYD M6. Khusus M6, produksi lokal mencakup varian kendaraan listrik (EV) maupun DM (Dual Mode).

Selain itu, BYD juga tengah mempersiapkan produksi model lain yang memiliki permintaan cukup tinggi di Indonesia.

"Secara perlahan-lahan mulai membuat produk-produk itu diproduksi secara domestik, khususnya yang menyumbang volume cukup signifikan," kata Luther.

Luther juga tidak menampik, bahwa model Denza juga akan diproduksi di fasilitas manufaktur tersebut.

Menurutnya, BYD akan berupaya melokalkan model-model kendaraan selama kapasitas dan konfigurasi lini produksi memungkinkan.

Namun, Luther menyebutkan, proses tersebut tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena setiap lini produksi memiliki konfigurasi tertentu.

"Line produksi itu kan juga tidak bisa terlalu fleksibel secara varian. Jadi kita harus konfigurasinya itu optimal," jelasnya.

Kapasitas Pabrik BYD Subang capai 150.000 Unit

Berdiri di atas lahan seluas sekitar 126 hektare, pabrik BYD di Subang memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun.

Di pabrik ini, BYD melakukan tiga rangkaian utama manufaktur yang saling terhubung dalam satu proses produksi,

Pertama, Welding atau pembentukan struktur dasar kendaraan yang dilakukan secara bertahap hingga menjadi kerangka bodi yang utuh.

Kemudian Painting, proses manufaktur berfokus pada memberikan perlindungan terhadap bodi kendaraan sekaligus memastikan kualitas permukaan dan tampilan eksterior

Terakhir Final Assembly, yaitu penyatuan komponen kendaraan hingga menjadi kendaraan yang siap digunakan.

Prosesnya mencakup perakitan, pemeriksaan, penyetelan, hingga pemeriksaan akhir sebelum kendaraan meninggalkan fasilitas.

Setiap kendaraan melalui pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan memenuhi persyaratan sebelum dikirim kepada pelanggan.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia Eagle Zhao mengatakan, beroperasinya pabrik BYD di Subang ini menciptakan lebih dari 5.000 lapangan kerja lokal, yang ditargetkan akan terus meningkat menjadi lebih dari 20.000 lapangan kerja ketika pabrik mencapai kapasitas produksi penuh.

"Dengan skala penyerapan tenaga kerja lokal serta persiapan menuju TKDN sebesar 60 persen pada Januari 2027, pengembangan manufaktur BYD di Indonesia tidak hanya memperkuat kapasitas produksi kendaraan, tetapi juga membuka ruang bagi semakin luasnya keterlibatan industri dan sumber daya manusia Indonesia dalam rantai nilai kendaraan energi baru," ujar Eagle Zhao.

Sebagai informasi, peresmian fasilitas manufaktur BYD Indonesia secara juga dihadiri oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan, didampingi oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, serta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, beserta jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Barat.

Turut hadir para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, termasuk Anggota Komisi VII DPR RI, para pejabat pimpinan tinggi madya kementerian dan lembaga, Bupati Kabupaten Subang, Bapak Reynaldi Putra Andita Budi Raemi, beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Subang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.