Jakarta (ANTARA) - Perusahaan konsumer otomotif PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) meresmikan program transplantasi terumbu karang di Desa Pasir Putih, Pulau Messah, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai bagian komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan di wilayah operasional.
Program tersebut merupakan bagian dari MPM Green Action 2026 sebagai inisiatif keberlanjutan MPMX yang berfokus pada pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
"Bagi MPMX, kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui langkah nyata yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan," kata GM Corporate Communication & Sustainability MPMX Natalia Lusnita dalam keterangan tertulis pada Jumat.
"Peresmian program transplantasi terumbu karang ini menjadi kelanjutan dari proses yang telah kami mulai bersama masyarakat sejak April lalu," tambah Natalia.
Ia menjelaskan pemilihan Pulau Messah sebagai lokasi program dilakukan berdasarkan rekomendasi dan koordinasi dengan Balai Taman Nasional Komodo.
Pulau Messah merupakan bagian dari kawasan penyangga Taman Nasional Komodo dan memiliki peran penting dalam mendukung kelestarian ekosistem kawasan konservasi tersebut.
Lokasi tersebut juga menjadi salah satu area yang teridentifikasi membutuhkan dukungan pemulihan ekosistem terumbu karang.
Sebelum memasuki tahap transplantasi, MPMX telah mengawali program dengan pendekatan berbasis masyarakat dan memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut dan terumbu karang kepada masyarakat, khususnya nelayan yang beraktivitas di perairan sekitar Taman Nasional Komodo.

MPMX juga memberikan pelatihan pembuatan dan pengelolaan media coral nursery kepada perwakilan penggerak Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pasir Putih.
Pelatihan dilakukan melalui praktik langsung dengan pendampingan teknis, mulai dari pengenalan metode coral nursery, pemilihan fragmen karang yang layak ditransplantasikan, pemasangan media, perawatan dan pemantauan pertumbuhan karang, hingga teknik transplantasi ke area rehabilitasi.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat lokal agar dapat berperan dalam mendukung konservasi ekosistem terumbu karang secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari implementasi program, MPMX menargetkan transplantasi sebanyak 500 bibit terumbu karang menggunakan 32 unit spider frame sebagai media transplantasi.
Program tersebut dirancang sebagai inisiatif jangka panjang yang tidak hanya berorientasi pada penanaman, tetapi juga pada pemulihan ekosistem serta penguatan partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan laut.
"Kami ingin program ini tidak berhenti pada kegiatan transplantasi, tetapi berkembang menjadi upaya jangka panjang dalam membantu memulihkan dan menjaga ekosistem laut sekaligus membangun kapasitas serta keterlibatan masyarakat sebagai bagian penting dari keberlanjutan program," kata Natalia.
“Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah, otoritas kawasan, masyarakat lokal, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci agar manfaat program ini dapat tumbuh dan dirasakan dalam jangka panjang,” tambah Natalia.
Program berjangka empat tahun tersebut diarahkan untuk memberikan manfaat yang saling terkait antara aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Pendekatan itu sejalan dengan rangkaian inisiatif lingkungan MPMX di NTT.
Pada periode 2022–2025, MPMX telah melakukan penanaman 100.000 mangrove di Desa Golo Sepang, yang diintegrasikan dengan program pemberdayaan masyarakat melalui budi daya kepiting bakau dan pembinaan UMKM berbasis potensi lokal.
"Kami menyambut baik dan mengapresiasi komitmen MPMX dalam mendukung pelestarian terumbu karang di Pulau Messah. Laut merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat kami, sehingga upaya untuk menjaga ekosistemnya juga menjadi kepentingan bersama," kata Kepala Desa Pasir Putih, Mustaming.
Mustaming berharap program tersebut dapat terus melibatkan masyarakat dan memberikan manfaat, baik bagi kelestarian lingkungan maupun pengembangan potensi ekonomi masyarakat Pulau Messah.
"Pemerintah desa siap mendukung dan bekerja sama agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan," demikian tutup Mustaming.





