Renungan Harian Kristen 5 September 2026 - Tetap Fokus pada Pemberitaan Kabar Baik
Suci Rahayu PK September 04, 2026 08:04 PM

Bacaan ayat: Kisah Para Rasul 3:6 (TB)  Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" 

Oleh Pdt Feri Nugroho

 

Berbincang tentang diakonia, asumsi umumnya pasti tentang pelayanan kasih berupa pemberian bantuan barang kepada mereka yang membutuhkan.

 Alur paham ini mulai mendapatkan kritik. Memberi kebutuhan hidup akan habis pada waktunya dan menciptakan kecenderungan untuk terjadi ketergantungan.

Diakonia pun mulai dikembangkan ke arah memberikan kemampuan atau keahlian untuk seseorang dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan hidupnya.

Fakta di lapangan ternyata semakin dinamis. 

Banyak orang ahli yang menganggur karena kesulitan mendapatkan akses kepada pekerja yang sesuai dengan keahliannya.

Diakonia pun dikembangkan untuk membangun jejaring yang luas demi terciptanya lapangan kerja untuk para ahli yang telah dilatih. Metaforanya seperti memberi ikan kepada yang membutuhkan; dikembangkan dengan melatih keahlian untuk memancing. 

Ini berlanjut untuk melatihnya untuk menemukan titik pancing yang potensial untuk mendapatkan tangkapan ikan.

Itulah yang dilakukan Petrus dan Yohanes ketika mendapatkan seorang lumpuh sejak lahir di gerbang dekat Bait Allah.

 Rasa rendah diri tentu dialami si lumpuh. Tiap hari hanya bisa berharap akan belas kasihan pada orang-orang yang lalu lalang. Ia sendiri tidak mendapatkan kesempatan untuk masuk ke Bait Allah karena kondisi fisiknya.

Pertama, Petrus hendak memperbaiki citra diri si lumpuh dengan memintanya untuk melihat dengan saksama.

Kedua, Petrus memperbaiki pra pahamnya tentang sedekah yang diharapkan akan diberikan. Ketiga, Petrus menampilkan kebutuhan dasar yang paling diperlukan yaitu kesembuhan.

Iman Kristen tampil dalam sejarah dengan fokus utama pada pelayanan. Setiap kali gedung Gereja berdiri, hampir selalu diikuti dengan pelayanan pendidikan berupa sekolah dan pelayanan kesehatan yaitu rumah sakit.

Seiring waktu penatalayaan semakin tertata dengan baik. Masing-masing pelayanan mulai mandiri dalam penataan. 

Tidak bisa dihindarkan bahwa keuntungan profit mulai menjadi barometer keberhasilan. Disinilah persimpangan mulai nampak.

Dalam beberapa kasus di sejarah, Kabar Baik mulai ditinggalkan. Keluhan para karyawan tentang iman pada menara gading menjadi perlu didengarkan.

Sementara ketika abai dengan profit, tiba-tiba mendapatkan diri menjadi kalah bersaing dengan yang lain. Seiring waktu mulai tumbang dalam perjalanan.

Orang percaya seharusnya mempunyai hikmat dalam menatalayani dalam perhitungan yang cermat, tanpa harus kehilangan inti dasar pelayanan yaitu Kabar Baik, tentang karya penyelamatan Allah dalam Yesus Kristus.

 Fokus pada Kabar Baik akan membangun kreativitas tanpa batas. Amin.

    Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.