TRIBUNWOW.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat proses pendataan sarana pendidikan yang mengalami kerusakan akibat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan bahwa keselamatan warga sekolah menjadi prioritas utama, sehingga pembelajaran di ruang kelas yang rusak dihentikan sementara.
Berdasarkan data sementara per 16 Agustus 2026, tercatat sebanyak 253 satuan pendidikan terdampak, dengan kerusakan terparah dilaporkan berada di Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Manggarai.
Baca juga: Prabowo Tiba di Indonesia usai Rampungkan Agenda Kunjungan Kerja di Rusia
Bencana ini juga memakan korban jiwa dari lingkungan sekolah, yaitu dua orang murid dan seorang guru.
Guna menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar, Kemendikdasmen menyalurkan 50 tenda Ruang Kelas Darurat, bantuan ribuan paket perlengkapan sekolah, serta dukungan konektivitas jaringan internet Starlink bagi wilayah terdampak gangguan listrik.
Selain penanganan fisik, Kemendikdasmen bekerja sama dengan HIMPSI untuk memberikan dukungan layanan psikososial bagi warga sekolah yang mengalami trauma.