Empat Siswa SD Fransiskus 2 Bandar Lampung Terpilih Jadi Sahabat Sekolah Dasar
Robertus Didik Budiawan Cahyono September 04, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Empat siswa SD Fransiskus 2 Bandar Lampung mengenakan pakaian berwarna krem dengan selempang maroon bertuliskan “Sahabat Sekolah Dasar”. Dengan penuh semangat, mereka memaparkan berbagai aksi nyata yang akan dilakukan selama satu tahun ke depan.

Baca juga: Tiga Siswa SD Fransiskus 2 Bandar Lampung Raih Juara 1 Nasional Dancow

Mereka adalah Grace Veronika J.K (10), Johansen Pedro Situmorang (10), Miguel Diego Gunawan (9), dan Manuella Achiera Genilar (9) yang terpilih menjadi Sahabat Sekolah Dasar tingkat nasional.

Keempatnya tak menyangka bisa terpilih dalam program tersebut. Rasa kaget bercampur bahagia mereka rasakan ketika mendapat kabar bahwa mereka terpilih menjadi perwakilan sekolah dalam program berskala nasional.

“Awalnya kami belum tahu jika kami terpilih menjadi perwakilan sekolah untuk seleksi sahabat sekolah dasar, kami kira hanya untuk take video untuk kebutuhan sekolah,” ujar Grace, Jumat (4/9/2026).

Sebagai Sahabat Sekolah Dasar, keempat siswa tersebut nantinya berperan mengajak teman-temannya membangun kebiasaan positif. 

Mereka juga akan menjalankan berbagai aksi nyata selama masa tugas dan mengimbaskan praktik baik tersebut ke lingkungan sekolah maupun sekolah dasar lainnya.

Melewati Tiga Tahap Seleksi

Perjalanan mereka menjadi Sahabat Sekolah Dasar tidak berlangsung singkat. Mereka harus melewati beberapa tahapan seleksi yang membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan.

Tahap pertama adalah dokumentasi dan pembuatan video yang diunggah di youtube dan dikirim ke tim panitia. Selanjutnya, mereka mengikuti wawancara bersama tim juri terkait aksi nyata apa yang akan mereka lakukan.

Tahap terakhir adalah membuat aksi nyata. Dalam aksi tersebut, mereka menunjukkan penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat serta nilai rukun dengan teman yang selama ini telah diterapkan di sekolah.

Salah satu program yang mereka angkat adalah Lingkaran Cerita, yaitu kegiatan duduk bersama dalam sebuah lingkaran untuk berbagi cerita, pengalaman, maupun perasaan.

Berawal dari Kebiasaan Sederhana

Di SD Fransiskus 2 Bandar Lampung, pembentukan karakter bukan hal baru. Berbagai kebiasaan positif telah diterapkan dalam keseharian siswa dan perlahan sudah menjadi budaya sekolah.

Salah satunya melalui Catatan Bintang Kecil, semacam jurnal harian yang berisi catatan kebiasaan siswa, seperti waktu bangun tidur, menu sarapan, hingga kegiatan ibadah.

Ada pula Gerbang Ceria. Setiap pagi, setelah memasuki lingkungan sekolah, siswa saling menyapa dengan salam khas sekolah, yakni “Salam Fransiskus, Berjiwa Besar.”

Kebiasaan positif lainnya meliputi tidur cepat, bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat, gemar belajar, serta membangun kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Untuk mendukung konsentrasi belajar, sekolah juga menerapkan mindfulness atau meditasi sederhana. Kegiatan doa bersama dilakukan melalui Faith First yang dipimpin siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dengan pendampingan wali kelas.

Menariknya, kegiatan keagamaan juga mengedepankan toleransi. Siswa diberi kesempatan berdoa sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing.

Tak Berhenti di Sekolah Sendiri

Ke depan, tugas keempat Sahabat Sekolah Dasar bukan hanya menjalankan aksi di lingkungan SD Fransiskus 2. Mereka diharapkan dapat mengimbaskan kebiasaan positif ke sekolah-sekolah dasar lainnya, dimulai dari sekolah dasar di Bandar Lampung.

Bagi mereka, pendidikan karakter merupakan proses yang dibangun melalui kebiasaan. Program pemerintah tentang tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat ini akan semakin memperkuat budaya positif yang selama ini telah diterapkan di sekolah.

( Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini ) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.