Mendikdasmen: Jangan Sengaja Rusak Sekolah demi Dapat Anggaran Revitalisasi!
GH News September 04, 2026 07:09 PM
Jakarta -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran sekolah. Ia meminta tidak ada pihak yang memanipulasi kondisi sekolah atau melaporkan kerusakan palsu demi mendapatkan anggaran revitalisasi.

Mu'ti juga mengingatkan agar tidak ada yang sengaja merusak sekolah hanya untuk memperoleh bantuan pemerintah. "Dan tolong jangan karena mengejar anggaran yang tidak rusak kemudian dilaporkan rusak atau dirusak supaya dapat bantuan," katanya dalam Rapat Koordinasi Daerah Revitalisasi Sekolah di Hotel Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).

Peringatan tersebut disampaikan Mu'ti setelah menjelaskan target pemerintah untuk merevitalisasi 100 ribu satuan pendidikan pada 2027. Program tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

"Tahun 2027 Pak Presiden beberapa kali menyampaikan akan mengalokasikan anggaran untuk 100.000 satuan pendidikan," katanya.

Revitalisasi Prioritaskan Sekolah di 3T-Terdampak Bencana

Lebih lanjut Mu'ti menyampaikan ada beberapa kriteria sekolah yang diprioritaskan menema bantuan revitalisasi sekolah yakni sekolah yang terdampak bencana alam, sekolah yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dan sekolah dengan kondisi rusak berat yang nyata.

"Kita tentu berusaha agar sekolah-sekolah yang diperbaiki adalah yang masuk dalam kategori tiga tadi: yang terdampak bencana, yang di daerah 3T, dan yang rusak berat," ujar Mu'ti.

Per 2025 Masih Ada 203 Ribu Sekolah Rusak

Revitaliasi sekolah dimulai pada tahun 2025. Program didasarkan pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang menunjukkan masih ada 203 ribu sekolah rusak sedang hingga berat per 2025.

"Izinkan melaporkan Bapak Ibu semua, Pak Menteri, data kami di Dapodik masih menunjukkan angka di akhir tahun 2025 ada 203.000 sekolah yang memiliki ruang kelas atau ruang lainnya dalam kondisi rusak sedang dan rusak berat. Sampai hari ini Alhamdulillah sudah ter-verval (verifikasi dan validasi) 62.000," kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto.

Pada 2026 ini, direncanakan penyelesaikan revitalisasi sebanyak 51.000 sekolah. Sejauh ini, sudah ada 4,23 juta siswa yang merasakan manfaar dari revitalisasi.

"Jadi sampai akhir 2026 InsyaAllah kita sudah ada data yang siap untuk diperbaiki sesuai dengan rencana di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sehingga di akhir 2026 kita bisa selesaikan 51.000 sesuai dengan yang direncanakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembanguna (BPKP)," ujar Gogot.

Untuk melancarkan program revitalisasi ini, Kemendikdasmen mengundang para Kepala Dinas Pendidikan dari kabupaten/kota di seluruh Indonesia melakukan rapat koordinasi terkait program revitalisasi pendidikan dan digitalisasi pendidikan di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta selama 3-5 September 2026.

Cicin Yulianti
Jurnalis detikcom. Lulusan Jurnalistik Unpad, di detikcom sejak 2022. Spesialis menulis topik pendidikan, kampus, sekolah, beasiswa, riset, dan kehidupan pelajar/mahasiswa.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.