Hujan Kehitaman Gegerkan Tanah Bumbu Kalsel, Warga Sebut seperti 'Hujan Batubara', Diminta Waspada
Sinta Darmastri September 04, 2026 07:54 PM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Fenomena tak biasa terjadi di wilayah Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Hujan yang turun pada Rabu (2/9/2026) menjadi sorotan setelah air yang tertampung warga terlihat berwarna kehitaman.

Video yang merekam fenomena tersebut kemudian beredar luas di media sosial. Warna air hujan yang gelap membuat warganet menyebutnya sebagai “hujan batubara”, seperti dikutip TribunStyle.com dari YouTube Tribunnews Bogor.

Fenomena ini semakin menarik perhatian karena terjadi ketika sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan sebelumnya menghadapi musim kemarau panjang. Kondisi kering tersebut juga meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

Hujan Tetap Disambut Lega

Di tengah keanehan warna air hujan, turunnya hujan justru menjadi kabar yang melegakan bagi masyarakat setempat.

Setelah cukup lama menghadapi kondisi kering, hujan diharapkan dapat meningkatkan kelembapan tanah sekaligus membasahi lahan yang sebelumnya mengalami kekeringan.

Turunnya hujan juga diharapkan mampu membantu mengurangi potensi terjadinya karhutla, terutama di kawasan yang vegetasinya telah mengering akibat kemarau.

Namun, warga tetap diminta tidak langsung menganggap bahwa turunnya hujan berarti ancaman karhutla telah sepenuhnya berakhir.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kalimantan Sabtu 5 September 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan

Mengapa Air Hujan Berwarna Kehitaman?

Hingga kini, belum terdapat konfirmasi resmi mengenai kandungan maupun penyebab pasti air hujan yang tampak kehitaman tersebut.

Kemungkinan lainnya berkaitan dengan kondisi lingkungan sekitar rumah. Setelah mengalami kemarau panjang, debu dan berbagai kotoran dapat menumpuk di permukaan atap. Ketika hujan pertama turun, material tersebut bisa ikut terbawa aliran air sehingga air yang ditampung terlihat lebih gelap dari biasanya.

Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dianggap sebagai penyebab pasti sebelum dilakukan pemeriksaan atau pengujian terhadap sampel air.

Baca juga: Nasib Induk & Anak Orangutan Terjebak di Lahan Bekas Karhutla Hutan Kota Sampit, Kondisinya Kini

Warga Tetap Diminta Waspada

Fenomena hujan berwarna kehitaman di Angsana pun menjadi perhatian masyarakat. Selain menimbulkan rasa penasaran, kondisi tersebut juga mengingatkan bahwa dampak kemarau panjang masih perlu diwaspadai.

Masyarakat sebaiknya tidak menggunakan air yang tampak tidak normal untuk kebutuhan konsumsi sebelum ada kepastian mengenai kualitas dan kandungannya.

Di sisi lain, hujan yang turun tetap menjadi harapan baru untuk membantu membasahi lahan dan mengurangi kondisi kering yang sebelumnya meningkatkan risiko karhutla.

Fenomena “hujan batubara” ini pada akhirnya masih menyisakan tanda tanya. Penyebab pasti perubahan warna air hujan di Tanah Bumbu perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut agar masyarakat tidak hanya mengandalkan dugaan yang beredar di media sosial. (TribunStyle.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.