Kerap Terjadi Kecelakaan, Dedi Mulyadi Siapkan Pembenahan Total Jalan Narogong
Feryanto Hadi September 04, 2026 08:34 PM

 

Laporan Jurnalis TribunBekasi.com, Rendy Rutama Putra

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI SELATAN - Kondisi Jalan Raya Narogong yang menghubungkan wilayah Kecamatan Rawalumbu hingga Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, menjadi perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Jalan tersebut selama ini dinilai rawan kecelakaan lalu lintas. Sejumlah persoalan, mulai dari kondisi permukaan jalan yang licin dan kurang baik hingga minimnya penerangan, disebut turut menjadi perhatian pemerintah.

Dedi Mulyadi memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan pembenahan terhadap ruas jalan yang berstatus sebagai jalan provinsi tersebut.

Menurut Dedi, perbaikan Jalan Raya Narogong sebenarnya sudah mulai dilakukan. Namun, pemerintah tidak akan berhenti pada perbaikan yang telah berjalan apabila masih ditemukan persoalan di sejumlah titik.

Baca juga: Dedi Mulyadi Siapkan Lomba Dayung Piala Gubernur di Kalimalang Bekasi

"Narogong itu jalan provinsi dan sekarang sudah mulai dilakukan perbaikan. Sudah ada perbaikan," kata Dedi saat ditemui di gedung Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Kecamatan Bekasi Selatan, Jumat (4/9/2026).

Dedi mengatakan kondisi Jalan Raya Narogong akan kembali dievaluasi untuk mengetahui bagian-bagian yang masih membutuhkan penanganan.

Pemerintah juga akan mencari langkah antisipasi terhadap faktor yang dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Ia bahkan menegaskan pembenahan jalan tersebut akan dilakukan secara menyeluruh apabila masih terdapat persoalan yang belum terselesaikan.

"Kemudian, kalau masih ada persoalan di sana, segera akan kami benahi secara total. Kalau nanti ada pembiayaan yang belum teralokasikan, akan kami masukkan dalam perubahan anggaran," jelasnya.

Komitmen tersebut disampaikan di tengah sorotan terhadap tingginya kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Narogong, Kota Bekasi.

Dalam beberapa kesempatan, kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas jalan tersebut dan menimbulkan korban, baik luka-luka maupun meninggal dunia.

Kondisi itu membuat Jalan Raya Narogong sempat mendapat julukan "Jalur Tengkorak" di tengah masyarakat. Julukan tersebut menggambarkan kekhawatiran pengguna jalan terhadap tingkat keselamatan di ruas tersebut.

Dengan statusnya sebagai jalan provinsi, pembenahan Jalan Raya Narogong menjadi bagian dari tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Selain kondisi badan jalan, aspek keselamatan seperti penerangan dan faktor pendukung lainnya juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Dedi memastikan persoalan yang masih ditemukan di lapangan akan ditindaklanjuti.

Bahkan, jika kebutuhan anggaran belum tersedia, Pemprov Jawa Barat akan mengupayakan pembiayaan melalui perubahan anggaran.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas jalan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang setiap hari melintasi Jalan Raya Narogong.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.