Daftar Rincian Nafkah Sarwendah yang Dibebankan ke Ruben Onsu, Kuasa Hukum Minta Pertanggungjawaban
Dedi Qurniawan September 04, 2026 07:22 PM

BANGKAPOS.COM - Perselisihan mengenai kewajiban nafkah, pembagian aset pascabercerai, hingga hak asuh anak antara Sarwendah dan Ruben Onsu hingga kini masih memanas.

Pihak Ruben menyatakan keberatan atas nilai tuntutan nafkah dari Sarwendah yang mencapai rentang Rp225 juta setiap bulannya.

Keberatan tersebut dipicu oleh masuknya deretan tagihan pengeluaran lain di luar biaya kebutuhan operasional anak-anak mereka.

Minola Sebayang selaku kuasa hukum Ruben menilai daftar tagihan tersebut menimbulkan tanda tanya besar mengingat status keduanya yang sudah resmi berpisah.

"Ini yang perlu kami luruskan berkaitan dengan masalah pemberian biaya pemeliharaan dan pendidikan anak-anak," ucap Minola memulai kalimatnya, di depan awak media, Kamis (3/9/2026).

"Meskipun memberikan apa yang diminta, yang dikatakan untuk kepentingan anak-anak yang berubah-ubah tiap bulan, 200 juta, 200 lebih, belum lagi kartu kredit yang 50 persen atau setengah masih menjadi tanggung jawab Ruben. Itu juga Ruben bayarkan karena tidak mau ada masalah," tandasnya.

Minola lantas menyoroti narasi terkait kesanggupan Ruben membayar, meskipun tahu Sarwendah menyodorkan tagihan lain di luar kebutuhan anak-anaknya.

"Nah, sekarang ada narasi, kalau Ruben tahu bahwa itu adalah hal-hal yang tidak diperuntukkan bagi anak-anak kenapa dibayarkan? Seolah salah Ruben," imbuhnya.

Ia meminta pertanyaan itu harusnya disodorkan kepada Sarwendah.

"Seharusnya yang dipertanyakan, kenapa dia (Sarwendah) menagih sesuatu yang dia tahu itu bukan untuk kepentingan anak-anak? Kan ada pengakuan kalau memang dia tahu untuk kepentingan doggy (anjing) dan sebagainya, kenapa Ruben yang bayarkan," cecarnya.

Padahal, kata Minola, kliennya tak pernah menerima persetujuan untuk membayarkan hal-hal itu di luar kebutuhan anak-anak.

"Padahal Ruben belum setuju. Dibayarkan supaya tidak ribet dan tidak berdampak kepada haknya untuk berkumpul bersama anak-anak," cetusnya.

"Tapi di balik itu, Ruben tetap mempertanyakan di mana perinciannya, mana pertanggungjawabannya? Tidak pernah ditanggapi, malah dialihkan ke hal-hal lain," pungkas Minola kesal.

Konflik Ruben dan Sarwendah bermula dari pengakuan Ruben kesulitan bertemu anak.

Padahal diakui sang presenter dirinya selalu rutin membayar biaya nafkah anak ratusan juta sesuai dengan kesepakatan.

Namun nyatanya Sarwendah terus menunda keinginan Ruben untuk bertemu anak, hingga akhirnya pria 42 tahun itu mulai protes dan memberhentikan membayar kewajiban dari akhir 2025.

Rincian Nafkah yang Disodorkan Sarwendah
Minola Sebayang sebelumnya membongkar rincian nafkah anak yang dibebankan ke Ruben.

Pihaknya merasa ada beberapa nafkah yang memang wajar dibayarkan Ruben. Seperti uang gedung sekolah untuk kedua putrinya, lalu ada uang pokok kebutuhan untuk anak-anaknya.

Namun, Minola merasa pada poin-poin lain yang dinilai janggal.

Menurutnya, pembayaran kebutuhan tersebut tidak seharusnya dibayarkan oleh Ruben, apalagi kini status mereka sudah mantan suami istri.

Minola merasa uang kebutuhan untuk hewan peliharaan anjing dan sarang burung, membayar gaji asisten rumah tangga, driver, hingga uang kebersihan dan listrik rumah tidak seharusnya ditanggung oleh Ruben.

"Menurut kami ada yang memang sesuatu hal yang wajar seperti uang gedung, uang pokok anak," jelas Minola, Rabu (10/6/2026).

"Lalu ada uang sarang burung, ada laundry, gaji driver, uang doggy, ada kebutuhan buah, uang kebersihan. Ini sebenarnya gaji para pekerja. Ini yang ditangung Ruben bukan uang nafkah anak. Padahal yang seharusnya menjadi tanggung jawab Ruben kan anak."

Selama ini Ruben disebut tidak pernah protest dengan biaya nafkah yang dibebankan padanya.

Namun mirisnya meski semua kebutuhan dibayar Ruben, ia tetap tidak bisa bertemu anak-anaknya.

"Ini sama seperti kebutuhan rumah tangga yang belum bercerai. Itu pun Ruben tidak mengeluh. Tapi apakah Ruben bisa bertemu dengan anaknya? Tidak."

Jadi kalau misal saat ini Ruben masih menunda membayar kewajiban yang tidak seharusnya dibebankan ke Ruben itu, ya wajar saja. Dia berpikir 'saya dimintai bayar kewajiban untuk anak, tapi anaknya mana?'. Komunikasi aja susah," ucapnya.

Sampai akhirnya, hal itu menjadi alasan Ruben menunda sementara kewajiban membayar biaya nafkah anaknya sampai semua masalah diselesaikan secara baik-baik.

Pun dirinya bisa mendapatkan hak untuk bertemu dua putrinya, yang sudah lama tinggal berpisah.

"Ini yang membuat Ruben berpikir untuk tunda pembayaran nafkah, karena semuanya harus beres dulu,' tutup Minola.

Saat memberikan penjelasan soal nafkah anak, Minola sekaligus menunjukkan bukti tangkapan layar rincian yang telah dibuat oleh Sarwendah lewat pesan WhatsApp.

Berikut detail rincian uang nafkah anak yang dibebankan kepada Ruben, kali ini totalnya mencapai Rp243 jutaan:

Uang gedung tahunan sekolah P5 Thalia: Rp17.050.000
Uang gedung tahunan sekolah P1 Thania: Rp16.500.000
Kebutuhan anak 3 pokok dll: Rp70.000.000
Sarang burung: Rp9.300.000
Laundry: Rp3.000.000
Listrik (dibagi dua): Rp13.100.000
Driver: Rp7.350.000
KK Anak 3 dll (sudah dibagi 30 persen): Rp27.380.000
Doggy: Rp9.500.000
Buah: Rp7.800.000
CIMB asuransi: Rp3.700.000
Kebersihan: Rp5.200.000
Gaji Mbak (ART) 1: Rp2.500.000
Gaji Mbak (ART) 2: Rp2.500.000
Gaji Mbak (ART) 3: Rp2.500.000
Gaji Suster: Rp3.000.000
Gaji Sus: Rp3.850.000
Driver anak 1: Rp8.000.000
Les Piano (2 bulan): Rp5.000.000
Bimbel: Rp4.600.000
Balet (Thania ada lomba dan privat 2 anak): Rp22.050.000
Total: Rp243.880.000

(Sumber : Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.