TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Total korban dugaan keracunan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dirawat mulai membaik dan sudah dibolehkan pulang.
Diketahui, sebanyak tujuh korban masih dirawat di tiga rumah sakit di Kota Bukittinggi pada Jumat (4/9/2026) siang.
Akan tetapi, jumlahnya terus berkurang setelah korban sudah mulai pulih dan dibolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.
Kepala Puskesmas (Kapus) Palupuh, Diva Riza, mengatakan bahwa saat ini korban yang masih dirawat hanya tinggal empat orang.
"Tadi saya sudah konfirmasi ke pihak rumah sakit, tempat korban keracunan di Palupuh dirawat, tiga orang sudah dipulangkan. Sekarang, hanya tinggal tiga orang," ucapnya, Jumat (4/8/2026) sore.
Baca juga: DPRD Sumbar Minta ASN Penunggak Pajak Dipotong TPP, Contoh Kebijakan Solok Selatan
Kata dia, tujuh korban sebelumnya sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) dan Rumah Sakit Tentara Bukittinggi.
Satu dari empat orang yang masih belum pulih, dirawat di RSUD Bukittinggi. Sedangkan tiga lainnya, berada di RSAM Bukittinggi.
"Dari empat orang, satu dirawat di RSUD dan tiga di RSAM Bukittinggi. Dua siswa, satu balita dan satu lagi orang dewasa," tambahnya.
Data ini disampaikan langsung oleh Kepala Puskesmas (Kapus) Palupuh, Diva Riza saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Jumat (4/9/2026).
Baca juga: Korban Dugaan Usai Santap MBG di Palupuh Agam Bertambah 4 Lagi, Total Jadi 348 Orang
Kata dia, jumlah korban dirawat di tiga rumah sakit di Kota Bukittinggi sebelumnya pada Kamis (3/9/2026) tercatat sebanyak lima orang.
"Pada malam harinya, terdapat tambahan tiga lagi yang dirawat, sehingga totalnya delapan orang. Namun satu orang sudah dipulangkan, karena kondisinya sudah membaik," ucapnya.
Sehingga pada Jumat (4/9/2026), total korban yang masih mendapatkan perawatan menjadi tujuh orang.
Korban tersebut dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) dan Rumah Sakit Tentara.
"Data kemarin, tiga orang dirawat di RSUD, satu di RSAM dan satu di RS Tentara. Lalu, bertambah tiga lagi kemarin, namun satu sudah dipulangkan," jelasnya.
Baca juga: Nunggak Pajak Miliaran, Ribuan ASN dan Kendaraan Plat Merah di Sumbar Disorot Anggota DPRD
Akan tetapi, Diva tidak menjelaskan secara rinci tiga tambahan korban dirawat di rumah sakit mana saja.
Di sisi lain ia menyampaikan, dari tujuh korban yang masih dirawat pada Jumat (4/9/2026) hingga pukul 11.24 WIB, terdiri dari lima pelajar atau siswa dan dua balita.
"Pelajar lima, orang balita dua dari tujuh korban yang masih dirawat. Sedangkan satu orang sudah dibolehkan pulang adalah balita, sebelumnya sempat delapan yang dirawat, kini sisa tujuh setelah satu pulang," tegasnya.
Ia mengatakan, satu orang pasien yang masih dirawat di tiga rumah sakit di Bukittinggi juga bakal dibolehkan pulang pada sore hari.
Namun secara detail, Diva belum menyampaikan pasien yang sudah boleh pulang dari rumah sakit mana.
"Satu orang lagi insyaallah akan pulang sore nanti, karena kondisinya mulai membaik," pungkasnya.
Baca juga: Kualitas Udara Padang Masuk Level Merah, Warga Diminta Waspada dan Pakai Masker
Sedangkan, korban lainnya yang tidak rawat inap hanya diberikan obat dan diminta rawat jalan di rumah masing-masing.
Pasien lainnya ditangani di Puskesmas Palupuh dan sudah diberikan obat sesuai resep oleh dokter.
"Sisanya hanya rawat jalan, tidak ada yang rawat inap di Puskesmas Palupuh. Korban yang dirawat hanya di tiga RS Bukittinggi, tujuh orang tadi," tambahnya.
Jumlah korban dugaan keracunan usai menyatap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, terus bertambah pada Jumat 4/9/2026).
Berdasarkan data yang disampaikan oleh Puskesmas Palupuh, total korban dugaan keracunan MBG sudah mencapai 344 orang.
Baca juga: Nunggak Pajak Miliaran, Ribuan ASN dan Kendaraan Plat Merah di Sumbar Disorot Anggota DPRD
Untuk diketahui, data yang tercatat pada hari pertama yakni Rabu (2/9/2026) 237 orang, Kamis (3/9/2026) sebanyak 276 orang dan terus bertambah hingga 344 pada Jumat (4/9/2026).
Kepala Puskesmas (Kapus) Palupuh, Diva Riza mengatakan penambahan jumlah korban tercatat pada pukul 16.00 WIB.
Sebelumnya pada Kamis kemarin, data korban sebanyak 276 terdata pada pukul 07.00 WIB.
"Jumlahnya bertambah saat kita data ulang pada pukul 16.00 WIB kemarin, menjadi 344 orang. Jadi kita update data setiap hari pukul 07.00 WIB dan 16.00 WIB," ucapnya saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, saat ini semua korban sudah ditangani dengan baik di Puskesmas Palupuh, Kabupaten Agam.
Masyarakat yang datang ke puskesmas juga sudah diberikan obat, sesuai gejala yang dirasakan dari dugaan keracunan.
Baca juga: Hari Pelanggan Nasional 2026, Telkomsel Beri Kejutan di Grapari
"Kita sudah berikan penanganan di puskesmas, sudah kita berikan obat sesuai resep," jelasnya.
Diva mengatakan, dari total 344 korban keracunan diduga usai menyantap MBG, terdiri dari siswa, balita dan guru.
Korban merasakan demam, pusing, mual, muntah hingga diare. Sehingga para korban langsung dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan sejak Selasa (1/9/2026).
"Keluhan pasien mulai dari demam, pusing, mual, muntah hingga diare. Semua yang datang, kita terus menangani di puskesmas," tambahnya.
Sampel makanan, muntahan hingga kotoran korban dugaan keracunan MBG di Palupuh, diserahkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Agam ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
Kadinkes Agam, Hendri Rustian, mengatakan bahwa pasca ratusan orang diduga keracun setelah menyantap MBG, pihaknya bersama BPOM di Padang lansgung berkoordinasi.
Baca juga: Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, Ini Deretan Promo BRI yang Bisa Dimanfaatkan
Investigasi untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan diselidiki. Beberapa sampel makanan, muntahan hingga kotoran korban kemudian diambil untuk dilakukan pengecekan.
"Kita mengambil sampel makanan yang dibagikan pada Senin (31/8/2026) lalu, kemudian muntahan dan kotoran korban untuk dicek," ucapnya, Kamis (3/9/2026).
Ia menjelaskan secara detail, sampel makanan itu terdiri dari menu terakhir kali yang dikonsimsi oleh siswa di sekolah.
Meliputi nasi putih, telur puyuh, kuah gulai, tahu, potongan tomat hingga mentimun.
Semua menu dari sampel makanan, muntahan hingga kotoran kata Hendri, akan diukur parameternya agar dapat mengetahui penyebab dugaan keracunan tersebut.
"Jadi banyak parameter yang harus diukur nantinya. Dinas Kesehatan memastikan akan mengawal prosesnya," jelasnya.
Baca juga: Gubernur Sumbar Desak Pertamina Usut Penyelewengan BBM Subsidi, Cek QR Code dan Pelat Nomor
Ia menambahkan, kemungkinan proses pengecekan sampel makanan, muntahan hingga kotoran korban dugaan keracunan MBG mencapai waktu hingga satu minggu.
Akan tetapi, pihak Dinkes Agam berupaya mengawal hingga memastikan proses pengecekan sampel bisa kurangg dari waktu satu minggu.
"Kita akan mengawal, semoga bisa cepat atau kurang dari satu minggu sudah keluar hasilnya," tambahnya.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Agam mencatat sebanyak 276 warga Palupuh masih dilakukan penanganan rawat jalan dan inap pasca diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Dinkes Agam, Hendri Rustian, mengatakan bahwa pihaknya mencatat jumlah korban dugaan keracunan pada Rabu (2/9/2026) kemarin sebanyak 237 orang.
Dari jumlah korban, semuanya sudah diberikan obat di Puskesmas Palupuh dan dilakukan penanganan rawat jalan hingga rawat inap.
"Namun pada hari ini jumlahnya bertambah menjadi 276 orang," ucap Hendri saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2026).
Baca juga: Hari Pelanggan Nasional 2026, Telkomsel Beri Kejutan di Grapari
Namun, semua korban sudah ditangani, diberikan obat, dan diberlakukan rawat jalan maupun rawat inap untuk memulihkan kondisi tubuh.
Ia menyebut tidak ada korban yang diberlakukan rawat inap di Puskesmas Palupuh, Kabupaten Agam.
"Kalau rawat inap tidak ada di Puskesmas Palupuh, tapi lima orang rawat inap di tiga rumah sakit di Bukittinggi," pungkasnya.
Rumah sakit tersebut antara lain RSUD, RSAM Achmad Mochtar dan RS Tentara di Bukittinggi.
"Tiga orang dirawat di RSUD, satu di RSAM Achmad Mochtar, dan satu lagi di RS Tentara Bukittinggi," sebutnya.
Sedangkan di sisi lain, dari total keseluruhan korban, teediri dari siswa, guru, dan balita berumur tuga sampai empat tahu.
Hanya saja, data rinci terkait berapa total masing-masing korban dari siswa, guru dan balita, Hendri belum menyampaikannya.
"Intinya ada siswa, guru dan balita berumur tiga hingga empat tahun. Nanti data dengan detailnya saya pastikan dulu," tambahnya.
Baca juga: Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, Ini Deretan Promo BRI yang Bisa Dimanfaatkan
Sebanyak 71 siswa SD Negeri 08 Nan Limo, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, masih demam dan istriahat di rumah pasca diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Selasa (1/9/2026).
Kepala SDN 08 Nan Limo, Jonnedi, mengatakan bahwa sejumlah siswa mengonsumsi MBG pada Senin (31/8/2026).
Pada hari yang sama, siswanya belum merasakan gejala apapun dan kondisi mereka masih aman.
Akan tetapi pada Selasa (1/9/2026), sebanyak 21 siswanya mulai merasakan gejala pusing, demam, mual, muntah hingga diare.
"Jumlahnya kemudian bertambah pada Rabu (2/9/2026) sebanyak 54 orang," kata dia saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2026).
Bahkan pada hari ini, Jonnedi mengatakan sebanyak 71 siswa SDN 08 Nan Limo masih demam dan harus beristirahat di rumah.
Selain itu, satu orang guru SDN 08 Nan Limo juga merasakan gejala yang sama, dan masih dalam tahap memulihkan diri.
"Total hari ini 71 siswa demam dan istirahat di rumah. Kemudian satu guru kita juga dirawat di rumahnya, karena demam," jelanya.
Di sisi lain ia menyebut, sejumlah siswa yang sakit akibat dugaan keracunan sudah bersekolah, namun jumlahnya tidak sampai setengah.
"Kemarin kan yang diduga keracunan 54, tadi sudah sekolah sebanyak 15 orang. Tapi hari ini jumlahnya 71 yang sakit, ditambah satu guru," tambahnya. (*)