9 Hari Terjebak di Terowongan, Dua Pekerja Nepal Berhasil Diselamatkan Hidup Hidup
Laksmi Anindita September 04, 2026 11:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Dua pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air di Nepal berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup setelah sembilan hari terjebak di dalam terowongan bawah tanah akibat banjir bandang.

Keduanya, yakni mandor mekanik Sanjay Sah dan pengawas mekanik Kabir Maharjan, berhasil dievakuasi dari area Stasiun Tenaga Air Trishuli 3A Atas pada Jumat (4/9/2026).

Rekaman yang dirilis Viory memperlihatkan petugas medis langsung memberikan penanganan kepada Sanjay setelah berhasil dievakuasi. Sementara itu, petugas tentara membawa Kabir menggunakan tandu untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kedua pekerja tersebut diketahui terjebak sejak banjir bandang menerjang wilayah tersebut pada 26 Agustus 2026.

Baca juga: Ribuan Korban Banjir Nepal Hilang, Warga Gelar Upacara Pemakaman Simbolis Pakai Patung Rumput

Tim penyelamat sebelumnya sempat mendengar suara manusia dari dalam celah terowongan. Temuan tersebut kemudian meningkatkan harapan tim untuk menemukan pekerja yang masih bertahan hidup.

Proyek pembangkit listrik tersebut memiliki kapasitas 60 megawatt dan mencakup wilayah Distrik Rasuwa dan Nuwakot, Nepal.

Sebanyak 93 personel penyelamat dikerahkan dalam operasi evakuasi. Proses penyelamatan juga mendapat dukungan dari tim ahli terowongan asal China yang membawa peralatan khusus.

Setelah kedua pekerja berhasil dievakuasi, tim gabungan masih melanjutkan pencarian untuk mengetahui kemungkinan adanya pekerja lain yang masih terjebak di dalam terowongan.

Banjir bandang yang terjadi pada akhir Agustus membawa material es, batu, lumpur, dan air dalam jumlah besar hingga menerjang lembah Trishuli.

Baca juga: Warga Nepal Pakai Boneka Rumput untuk Ritual Pemakaman Korban Banjir Bandang

Sekitar 900 pekerja dilaporkan hilang dari 12 proyek berbeda. Sebagian dari mereka diduga terjebak di dalam terowongan.

Hingga Kamis (3/9/2026), otoritas Nepal mencatat 1.252 jenazah korban bencana telah ditemukan. Selain itu, 4.216 orang masih dinyatakan hilang, sedangkan 11.993 orang berhasil dievakuasi dengan selamat.

Dampak banjir juga meluas hingga wilayah perbatasan China di Pelabuhan Girong. Otoritas setempat melaporkan 21 orang meninggal dunia dan 541 lainnya masih dinyatakan hilang.

Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan untuk menemukan korban lain yang kemungkinan masih berada di lokasi terdampak.



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.