Jamie Carragher Sebut Liverpool Punya Darwin Nunez Baru
Aulia Rafa September 05, 2026 01:00 AM

Liputan6.com, Jakarta - Masalah di sektor bek sayap Liverpool kembali menjadi sorotan setelah The Reds mengawali musim Premier League dengan hasil yang kurang meyakinkan.

Milos Kerkez dan Jeremie Frimpong belum mampu tampil konsisten dalam dua pertandingan pertama. Dari keduanya, Kerkez mendapat kritik paling tajam dari legenda Liverpool, Jamie Carragher.

Dalam penilaiannya, Carragher bahkan membuat perbandingan yang cukup pedas. Ia menyebut bek kiri asal Hungaria tersebut memiliki kemiripan dengan Darwin Nunez, mantan striker Liverpool yang dikenal memiliki gaya bermain eksplosif tetapi kerap dikritik karena pengambilan keputusan.

Berbicara dalam podcast The Overlap pekan ini, Carragher menyoroti cara Kerkez mengambil keputusan ketika menguasai bola.

 

 

Penilaian Jamie Carragher

Mantan pemain Liverpool sekaligus pundit sepak bola Inggris, Jamie Carragher. (Jaimi Joy/POOL/AFP)
Mantan pemain Liverpool sekaligus pundit sepak bola Inggris, Jamie Carragher. (Jaimi Joy/POOL/AFP)

Menurutnya, pemain berusia 22 tahun itu terlalu sering bermain dengan kecepatan maksimal tanpa cukup mempertimbangkan situasi di lapangan.

“Saya pernah menggambarkan Kerkez musim lalu—dan itu adalah musim pertamanya, jadi mungkin saat itu penilaian saya agak terlalu keras. Dia adalah Darwin Nunez-nya para bek sayap,” ujar Carragher.

“Seolah-olah dia hanya menundukkan kepala lalu berlari. Semua yang dilakukan Kerkez seperti dilakukan dengan kecepatan 100 mil per jam.”

Carragher menilai seorang pemain tidak harus terus-menerus bermain dalam tempo tertinggi. Bek sayap, khususnya, perlu memiliki kemampuan untuk memperlambat permainan, berhenti, mengubah arah, serta mengambil keputusan yang lebih tepat ketika membawa bola.

Kritik tersebut muncul setelah Gary Neville mempertanyakan keputusan Liverpool yang tidak memperkuat kedua posisi bek sayap pada bursa transfer musim panas. Roy Keane juga sebelumnya menyoroti sejumlah kelemahan mendasar dalam pertahanan Liverpool.

Meski demikian, Carragher memahami alasan Liverpool tetap mempertahankan Kerkez. Kepergian Andy Robertson membuat klub membutuhkan penerus di posisi bek kiri, sementara kedatangan Andoni Iraola sebagai pelatih juga menjadi faktor penting. Iraola sebelumnya pernah bekerja dengan Kerkez ketika keduanya berada di AFC Bournemouth.

Bek Sayap Jadi Sorotan

Bek Liverpool asal Hungaria #06, Milos Kerkez (kiri), merayakan gol bersama bek Liverpool asal Belanda #04, Virgil van Dijk (kanan), setelah mencetak gol pertama mereka untuk kemenangan 2-1 dalam pertandingan Premier League Inggris antara Brentford dan Liverpool di Stadion Komunitas Gtech, London, Minggu (26-10-2025) dini hari WIB. (Glyn KIRK/AFP)
Bek Liverpool asal Hungaria #06, Milos Kerkez (kiri), merayakan gol bersama bek Liverpool asal Belanda #04, Virgil van Dijk (kanan), setelah mencetak gol pertama mereka untuk kemenangan 2-1 dalam pertandingan Premier League Inggris antara Brentford dan Liverpool di Stadion Komunitas Gtech, London, Minggu (26-10-2025) dini hari WIB. (Glyn KIRK/AFP)

Komentar Carragher memang terdengar keras, tetapi ada alasan di balik kritik tersebut. Kerkez dan Frimpong sama-sama belum menunjukkan performa yang benar-benar meyakinkan dalam dua pertandingan pertama Liverpool. The Reds harus puas bermain imbang 2-2 melawan Newcastle United dan Nottingham Forest.

Masalahnya bukan hanya soal kemampuan menyerang. Kurangnya ketenangan dalam mengambil keputusan serta belum solidnya pertahanan dari kedua sisi membuat pekerjaan Iraola menjadi semakin sulit.

Namun, terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa Kerkez adalah sebuah kegagalan. Ia baru berusia 22 tahun dan masih memiliki banyak waktu untuk berkembang. Adaptasi terhadap tuntutan Liverpool dan sistem permainan Iraola juga membutuhkan proses.

Yang kini mulai dipertanyakan adalah keputusan Liverpool untuk tidak mendatangkan bek sayap tambahan pada musim panas. Dengan Conor Bradley masih mengalami cedera, sementara Kerkez dan Frimpong belum sepenuhnya meyakinkan, Iraola harus mencari solusi untuk persoalan yang sebenarnya bisa saja diantisipasi sejak awal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.