WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Komite Pariwisata Kota Moskow menggelar misi bisnis di Jakarta untuk memperkuat kerja sama industri pariwisata Rusia dan Indonesia.
Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku industri pariwisata kedua negara sekaligus menjadi momentum Moskow mempromosikan beragam destinasi wisata bagi wisatawan Indonesia.
Komite Pariwisata Kota Moskow atau Moscow City Tourism Committee menggelar business mission di Jakarta dengan mempertemukan perwakilan industri pariwisata Moskow dan pelaku utama industri pariwisata Indonesia.
Sebanyak 110 perusahaan travel, termasuk 15 perwakilan dari sektor pariwisata Moskow, menghadiri kegiatan tersebut.
Baca juga: Bidik Wisatawan Indonesia, Taiwan Perkuat Wisata Ramah Muslim
Dari pertemuan itu tercatat lebih dari 1.000 pertemuan Business to Business (B2B) yang menunjukkan tingginya minat pelaku industri pariwisata dari kedua negara.
Pemerintah Kota Moskow melihat Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan wisatawan yang cukup pesat di kawasan Asia Tenggara.
Pada 2025, total arus wisatawan dari kawasan Asia Tenggara menuju Moskow mencapai 63.800 kunjungan.
Sementara wisatawan asal Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan. Jumlah kunjungan meningkat dari sekitar 5.000 pada 2024 menjadi 7.500 kunjungan pada 2025.
Tren positif tersebut berlanjut pada 2026. Pada paruh pertama tahun ini, tercatat sekitar 3.600 perjalanan dari Indonesia ke Moskow, atau meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Pertumbuhan kunjungan wisatawan Indonesia turut didukung kemudahan perjalanan melalui sistem visa elektronik (e-visa).
Melalui sistem tersebut, proses izin masuk (entry approval) bagi warga negara Indonesia disebut semakin cepat, yakni dapat diperoleh dalam waktu sekitar empat hari.
Moskow juga terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata sepanjang tahun bagi wisatawan Indonesia.
Baca juga: Bromo Dilanda Kebakaran, Wisatawan Dilarang Masuk
Ibu kota Rusia tersebut menawarkan perpaduan kekayaan budaya dan sejarah, pengalaman kota modern, hingga layanan perhotelan.
Selain arsitektur bersejarah dan museum, wisatawan dapat menikmati pengalaman berbelanja barang mewah, kuliner atau gastronomi, ruang terbuka hijau, serta berbagai program budaya.
Head of the Directorate for Asia, CIS and Latin America, Moscow City Tourism Committee, Maria Pasuginova, mengatakan pasar Indonesia menunjukkan minat tinggi terhadap pariwisata Moskow.
"Kami melihat minat yang sangat tinggi dari pasar Indonesia terhadap pariwisata Moskow. Saat ini, tren utama wisatawan Indonesia banyak berfokus pada pengalaman kuliner, berbelanja, serta pertunjukan budaya berkualitas tinggi seperti pentas balet, ditambah pengalaman menikmati pemandangan kota dengan kapal pesiar di sungai," ujar Maria.
Menurut dia, wisatawan Indonesia juga cenderung memilih perjalanan secara berkelompok (group travel) dengan durasi tinggal yang cukup panjang.
Rata-rata wisatawan Indonesia disebut tinggal selama sekitar sembilan hari di Moskow.
"Ini menegaskan reputasi Moskow sebagai destinasi yang aman, ramah, dan menawarkan beragam pengalaman," katanya.
Moskow juga secara aktif menyesuaikan ekosistem pariwisatanya untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan Indonesia, termasuk memperluas fasilitas dan layanan yang ramah bagi wisatawan Muslim.
Pemerintah Kota Moskow telah meluncurkan panduan khusus wisatawan Muslim yang berisi informasi mengenai restoran dan hotel halal serta berbagai destinasi wisata utama.
Pusat informasi wisatawan di Moskow juga didukung petugas profesional yang menguasai berbagai bahasa.
Baca juga: Kota Tangerang Jadi Destinasi Urban Favorit, Wisatawan Tembus 119 Ribu
Selain itu, tersedia lebih dari 150 pemandu wisata tersertifikasi yang dapat memberikan tur secara personal dalam berbagai bahasa asing.
Wisatawan juga dapat memperoleh informasi untuk merencanakan perjalanan melalui portal resmi Discover Moscow.
Tak hanya menyasar wisatawan untuk kebutuhan liburan (leisure), Moskow juga mendorong perkembangan industri perjalanan bisnis.
Salah satu agenda yang dipersiapkan adalah Meet Global MICE Congress (MGMC) yang dijadwalkan berlangsung pada 16-17 Desember 2026.
Edisi keempat kongres tersebut akan mempertemukan lebih dari 3.000 pelaku industri business travel dan MICE dari lebih dari 40 negara.
Acara tersebut akan mempertemukan perwakilan perusahaan dan asosiasi, event organizer (EO), penyedia layanan MICE, hingga otoritas pariwisata pemerintah dari negara-negara BRICS, Global South, dan Asia Tenggara.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka peluang kemitraan strategis, pertukaran pengetahuan, serta menciptakan berbagai bentuk kolaborasi di sektor pariwisata dan perjalanan bisnis.