TRIBUNNEWS.COM - Tanggal 5 September 2026 bertepatan dengan 22 Mulud 1960 Ba' dan 22 Rabiul Awal 1448 H.
Sistem penanggalan Jawa menyuguhkan sebuah perpaduan energi kosmis yang sangat sakral, sarat akan kewibawaan spiritual, serta diselimuti aura ketangguhan batin yang tinggi, yaitu hari Sabtu Kliwon.
Berada di bawah naungan siklus mingguan Wuku Wuye di bulan mulia Mulud, momentum ini membawa perpaduan energi yang memancarkan kelapangan jiwa, kebijaksanaan dalam bersikap, serta daya pengayoman yang sangat kuat bagi lingkungan sekitar.
Bagi masyarakat Jawa tradisional, Sabtu Kliwon dipandang sebagai salah satu kombinasi weton paling berbobot dan dihormati, melambangkan sosok yang penyabar, memiliki ketahanan mental baja di tengah ujian, serta senantiasa menjadi tempat berlindung dan mengadu bagi orang banyak.
Bersatunya karakter Sabtu Kliwon yang karismatik, pemaaf, dan kaya akan ketulusan batin dengan pilar spiritual Wuku Wuye di bawah naungan Batara Mahadewa, dewa penganut wibawa kepemimpinan, keadilan, dan pemikat sosial.
Kalender Jawa memberikan sebuah peta panduan hidup yang utuh untuk mengenali potensi watak dasar, membaca arah peruntungan rezeki, hingga membangun mahligai asmara yang harmonis dan selaras dengan irama alam semesta.
Seseorang yang lahir pada Sabtu Kliwon menyandang jumlah Neptu tertinggi di antara weton lainnya, yaitu 17, yang didapatkan dari penjumlahan hari Sabtu (9) dan pasaran Kliwon (8).
Berada di bawah naungan Lakuning Bumi dan Gajah Urena, mereka bertingkah laku layaknya bumi yang sabar menampung segalanya: pemaaf, berjiwa besar, tidak mudah menyerah, serta senantiasa menaungi dan memberi manfaat bagi orang banyak.
Mereka dikenal sebagai pribadi yang berwawasan luas, santun, pandai menyembunyikan rasa lelah demi kebahagiaan sesama, serta memiliki intuisi batin yang sangat peka.
Sementara itu, Wuku Wuye berada di bawah naungan Batara Mahadewa, dewa yang melambangkan kemuliaan, kecerdasan mengatur strategi, wibawa kepemimpinan, dan aura pemikat alami yang disegani oleh kawan maupun lawan.
Perpaduan antara ketangguhan Lakuning Bumi Sabtu Kliwon dan aura kepemimpinan Batara Mahadewa dari Wuku Wuye melahirkan pribadi yang sangat karismatik, bijaksana, serta sering dipercaya sebagai pemimipin atau pengayom dalam komunitasnya.
Baca juga: 75 Rumah Adat Sade Lombok Tengah Dibangun Kembali, Jaga Tradisi dan Cegah Kebakaran Jadi Tantangan
Namun, mereka perlu mewaspadai sisi lemah bawaannya, seperti sifat yang cenderung agak kaku, sulit melupakan rasa kecewa jika dikhianati, serta sesekali bisa menjadi sangat keras kepala saat mempertahankan keyakinan pribadinya.
Dalam aspek finansial dan perjalanan karier, weton Sabtu Kliwon dengan Neptu besar (17) di bawah naungan Wuku Wuye memiliki garis peruntungan yang sangat kuat, melimpah, dan berpotensi meraih kemakmuran serta kedudukan terpandang seiring bertambahnya usia.
Karakter mereka yang ulet, jujur, serta pandai membangun kepercayaan kolega yang didorong oleh strategi cerdik Batara Mahadewa pada Wuku Wuye membuat mereka sangat lihai dalam memimpin organisasi besar dan mengelola ikhtiar bisnis.
Profesi yang paling cocok untuk kombinasi ini adalah bidang yang membutuhkan wibawa kepemimpinan, wawasan luas, dan pemikiran strategis.
Seperti wirausahawan besar, pejabat publik, manajer eksekutif, rohaniwan, akademisi, pengacara, atau praktisi di bidang militer dan keamanan.
Rezeki mereka diramalkan akan mengalir deras dan berkesinambungan karena kebiasaan mereka yang suka bersedekah serta memayungi sesama yang membutuhkan.
Tantangan finansial terbesarnya adalah sifat kurang tega dan terlalu mudah memberikan pinjaman uang kepada orang lain; menjaga ketegasan dalam manajemen keuangan menjadi kunci utama agar kekayaan mereka tetap aman dan berkelanjutan.
Dalam urusan asmara dan kecocokan pasangan hidup, individu Sabtu Kliwon yang memiliki Neptu 17 akan menemukan kebahagiaan yang sejati serta keselarasan energi yang ideal jika bersanding dengan seseorang yang memiliki jumlah Neptu 7, 12, atau 17.
Beberapa weton yang dinilai sebagai jodoh paling serasi bagi Sabtu Kliwon antara lain adalah Kamis Pahing, Selasa Wage, Sabtu Kliwon, Minggu Pon, Rabu Pahing, Kamis Legi, atau Selasa Pahing.
Pertemuan dua energi ini diibaratkan sebagai bumi subur yang mendapatkan naungan pohon rindang dan air sejuk.
Pasangan tersebut akan mampu saling menghormati ruang pribadi, meredam sifat kaku atau keras kepala Sabtu Kliwon, serta sangat kompak dalam membangun kejayaan ekonomi dan kehormatan keluarga.
Di bawah pengaruh Wuku Wuye yang membawa berkah perlindungan dan keharmonisan sosial, bahtera pernikahan yang dibangun diramalkan akan berjalan sangat tenteram, penuh keromantisan, terhindar dari krisis besar.
Serta dikaruniai keturunan yang cerdas, berbakti, dan berkarakter mulia.
Selengkapnya simak kalender Jawa September 2026 lengkap dengan penanggalan Jawa, weton, neptu, wuku dan tanggal hijriah.
Link Download Kalender September 2026 lengkap weton Jawa, Wuku, Neptu dan Kalender Islam Hijriah 1448 H: KLIK
(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)