Siasat Mantan Perawat Culik Bayi di RS Medan, Diambil Saat Diberi ASI, Modus Mau Diperiksa Dokter
Angel aginta sembiring September 05, 2026 09:54 AM

TRIBUN-MEDAN.COM – Beginilah siasat mantan perawat culik bayi di RS Sundari Medan.

Ternyata mantan perawat yang culik bayi di RS Sundari Medan itu mengambil sang bayi saat diberi ASI oleh orangtuanya.

Mantan perawat itu mengambil bayi itu dengan modus hendak diperiksa dokter.

Kini, dua wanita penculik yang berpura-pura jadi perawat itupun ditetapkan jadi tersangka.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis mengungkap adapun modus yang digunakan oleh pelaku saat melancarkan aksinya dengan berpura-pura menjadi perawat di sana.

Untuk memuluskan aksinya, diketahui salah satu pelaku yakni AM yang berperan mengambil bayi berusia satu hari itu telah menyiapkan baju perawat. 

"Jadi modusnya dia pakai baju perawat, baju perawat itu sudah disiapkannya sebelum dia masuk ke Rumah Sakit Sundari.

Sudah direncanakan," ujar Adrian, Jumat (4/9/2026). 

Baca juga: Tapanuli Selatan Diguncang Gempa Bumi, Titiknya Ada di Padangsidimpuan

Dimana, dari hasil penyelidikan yang dilakukan AM juga diketahui pernah bekerja di rumah sakit tersebut sebagai perawat.

Sehingga dengan pengalaman yang ia miliki, membuatnya bisa berperan selayaknya perawat pada umumnya. 

"Yang mana si tersangka AM ini sebelumnya itu memang dia pernah bekerja di Rumah Sakit Sundari tahun 2010 sampai 2012," katanya. 

Sebagai informasi, aksi penculikan yang dilakukan oleh AM dan PF terjadi pada Senin (31/8/2026) kemarin.

Setibanya di dalam rumah sakit, AM langsung mencari targetnya yakni bayi baru lahir dengan berlagak bak perawat.

Dimana, untuk melancarkan aksinya AM berperan menjadi perawat yang bertugas ingin membawa bayi untuk diperiksakan ke dokter.

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Medan Iptu Dearma menjelaskan dari bukti melalui rekaman CCTV rumah sakit didapati jika AM beraksi selama kurang lebih 1,5 jam.

Ia akhrinya mendapatkan incarannya setelah mendatangi salah ruangan dimana terdapat bayi bersama keluarganya. 

"Awalnya bayi itu sama orangtuanya untuk diberikan ASI. Lalu pukul 12.00 WIB seharusnya diambil oleh dokter.

Cuma 11.30 diambil sama pelaku dengan modus akan diperiksa ke dokter. Jadi tak ada kecurigaan orang tua," ujar Dearma. 

Ketika ditanya motif yang dilakukan oleh para pelaku menculik bayi tersebut, Dearma menjelaskan berdasarkan pengakuan pelaku akai nekat itu dilakukan karena desakan ekonomi.

Dimana, pelaku kedua yakni PF menjanjikan anaknya diadopsi kepada Pasangan Suami Istri (Pasutri) yang mereka kenal. 

Baca juga: Alasan Stop MBG Opsi dari Wakil Ketua MPR, Ribuan Siswa Keracunan Lagi, Anak Sering Buang Makanan

Namun, ternyata dari perjanjian untuk menyerahkan bayi pada tanggal 31 Agustus sesuai perjanjian PF belum bersalin.

Sehingga, keduanya nekat untuk mencari bayi pengganti dengan cara menculik bayi dari rumah sakit. 

"Karena ada desakan ekonomi. Sebelumnya pelaku yang kedua, menjanjikan anaknya bisa diadopsi.

Terakhir kali itu tanggal 31 dia wajib menyerahkan bayi. Rupanya, kelahirannya 3 bulan kemudian, November.

Karena kebutuhan desakan adopsi ini sehingga si pelaku ini nekat mengambil anak dari RS Sundari," pungkasnya.

(mns/tribun-medan.com) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.