Merapi Kembali Luncurkan Lava Pijar ke Kali Putih
Hari Susmayanti September 05, 2026 10:02 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi kembali meluncurkan guguran lava pijar pada Sabtu (5/9/2026) dini hari tadi.

Luncuran lava pijar Gunung Merapi menerjang ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1600 meter.

" Teramati 6 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1600 meter,"tulis dalam laporan harian di laman magma.esdm.go.id.

Pada periode yang sama, tercatat ada 17 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-14 mm dan lama gempa 17.96-105.51 detik.

Kemudian 10 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-32 mm, S-P 0.3-0.8 detik dan lama gempa 15.11-55.18 detik.

Adapun secara visual, puncak gunung terlihat jelas. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 15 meter dari puncak.

Cuaca cerah, angin lemah ke arah barat. Suhu udara sekitar 15-18.5°C. Kelembaban 59.1-65 persen. Tekanan udara 876.3-921.3 mmHg.
  
Hingga saat ini Gunung Merapi masih berstatus Level III atau Siaga.

BPPTKG Yogyakarta merekomendasikan sejumlah hal bagi masyarakat yang akan melaksanakan aktivitas di lereng Merapi.

Baca juga: Jadwal dan Lokasi SIM Keliling dan SIM Corner di Jogja Hari Ini, Sabtu 5 September 2026

Berikut Rekomendasinya :

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya

3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran [ APG] terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.

5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.