Sekolah di Nabire Diminta Awasi Ketat Makanan Gratis, BGN Sediakan Insentif untuk Guru Piket
Paul Manahara Tambunan September 05, 2026 11:29 AM

 

TRIBUN-PAPUA.COM, NABIRE – Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire mengimbau seluruh pihak sekolah di wilayahnya untuk aktif menjaga higienitas dan kualitas Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini dilakukan guna meminimalkan risiko kerusakan makanan yang dapat membahayakan kesehatan para siswa.

Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Nabire, Marsel Asyerem menegaskan, pelaksanaan program MBG harus dijalankan dengan kehati-hatian tinggi.

Menurutnya, keselamatan pangan menjadi hal utama agar tidak terjadi kasus keracunan maupun kontaminasi silang yang memicu gangguan kesehatan pada siswa.

Baca juga: 10 SPPG Makan Bergizi Gratis di Papua Barat Daya Ditutup Sementara, Begini Penyebabnya

"Standar pengelolaan pangan harus diterapkan secara menyeluruh sejak awal proses hingga makanan sampai ke tangan siswa," ujar Marsel kepada TribunPapuaTengah.com, Jumat (4/9/2026).

Marsel menjelaskan, pengelola dapur diwajibkan mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat, mulai dari pemilahan bahan baku segar, proses memasak, hingga penyajian.

Selain di dapur, area transit atau ruang penyimpanan sementara di lingkungan sekolah juga menjadi perhatian serius.

"Penyimpanan makanan di sekolah harus memperhatikan SOP dengan ketat, terutama di tempat transit yang idealnya berada di dalam ruang UKS yang dingin, ber-AC, dan steril," jelas Marsel.

Ia menambahkan, bagi sekolah dengan fasilitas terbatas, penyimpanan sementara dapat memanfaatkan area lain seperti depan kantor sekolah.

Namun, pengawasan harus ditingkatkan dengan menugaskan guru piket atau Person in Charge (PIC) khusus.

Tugas PIC meliputi penataan dan pemastian wadah makanan tetap tertutup rapat agar terhindar dari gangguan hama seperti lalat, semut, hingga tikus.

Baca juga: Dugaan Keracunan Program MBG di Depapre, Kapolres Jayapura Minta Warga Sabar Tunggu Hasil Lab BPOM

Sebagai bentuk komitmen pengawasan di lapangan, BGN Nabire turut menyediakan insentif bagi para PIC MBG di setiap sekolah.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi, kedisiplinan, serta tanggung jawab petugas dalam mengawal distribusi makanan.

Marsel mengimbau seluruh tim pengelola dapur, tenaga pendidik, dan pengurus sekolah untuk menjalin kerja sama solid demi menyukseskan program nasional tersebut.

"Kesehatan, keselamatan, dan tumbuh kembang anak-anak harus selalu ditempatkan sebagai prioritas tertinggi," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.