TRIBUNFLORES.COM,MAUMERE- Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo, yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 menyisakan dampak bagi masyarakat di sejumlah wilayah Flores dan sekitarnya.
Selain memenuhi kebutuhan dasar seperti pangan, air bersih, tempat tinggal sementara, dan layanan kesehatan, masyarakat juga membutuhkan dukungan untuk kembali beraktivitas dan memulihkan sumber penghidupannya.
Berdasarkan data lapangan Amartha, terdapat sebanyak 59 ribu mitra di wilayah NTT, terbanyak di tiga kabupaten, meliputi Manggarai, Ngada, dan Sikka. Dengan begitu, jejaring di lapangan memungkinkan tim memahami kondisi dan kebutuhan Mitra secara lebih dekat, termasuk setelah bencana terjadi.
Melihat kebutuhan tersebut, Amartha Empower menggalang dukungan melalui kampanye “Solidaritas untuk NTT” untuk membantu memenuhi kebutuhan darurat sekaligus menyiapkan dukungan pemulihan penghidupan dan aktivitas ekonomi masyarakat terdampak.
Baca juga: HUT Ke-20, KSP CU Bahtera Sejahtera Maumere Berbela Rasa di Panti Asuhan Susteran Alma Nita
Hal ini sejalan dengan komitmen Amartha sebagai induk dari Amartha Empower yang sejak 2023 telah memberdayakan lebih dari 155 ribu pengusaha ultra mikro perempuan di wilayah tersebut. Bantuan akan difokuskan pada beberapa kebutuhan utama:
- Dapur umum melalui paket makanan sehat dan perlengkapan memasak.
- Air bersih disediakan melalui penyediaan tandon atau toren dan pendistribusian air bersih untuk memenuhi kebutuhan minum dan aktivitas sehari-hari.
- Layanan kesehatan dan hygiene kit termasuk jasa dokter umum, dan obat-obatan.
- Kebutuhan sanitasi dan mandi untuk membantu menjaga kebersihan dan kesehatan warga di lokasi pengungsian.
- Shelter kit dan baby kit untuk kebutuhan warga meliputi bayi dan anak-anak.
- Pemancar sinyal untuk membuka kembali akses komunikasi di wilayah yang mengalami keterbatasan jaringan.
Dukungan tersebut juga akan mencakup kebutuhan tim lapangan Amartha yang terdampak. Upaya ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan paling mendesak selama masa tanggap darurat, sekaligus menjadi langkah awal menuju pemulihan.
Oleh karena itu, Amartha Empower akan melanjutkan respon melalui tahap recovery dan resilience. Setelah semua kebutuhan darurat tertangani, tim akan melakukan asesmen bersama masyarakat untuk melihat apa yang dibutuhkan agar penghidupan dan aktivitas ekonomi lokal dapat kembali berjalan.
Gigih Septianto, Head of Amartha Empower menyampaikan, “Hasil asesmen akan menentukan dukungan berikutnya, mulai dari membantu usaha dan perdagangan kembali berjalan hingga mendukung kebutuhan yang berkaitan dengan akses pasar, transportasi, irigasi, dan rantai pasok. Kebutuhan modal bagi para UMKM yang juga terdampak untuk segera kembali menjalankan usahanya,”
Pendekatan ini tidak berhenti pada bantuan darurat semata. Bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan dari usaha kecil, pemulihan tidak berhenti ketika kebutuhan dasar terpenuhi.
Data lapangan Amartha menunjukkan 64 persen mitra masih memiliki usaha yang berpotensi pulih.
“Dalam situasi bencana, kebutuhan setiap wilayah dan kelompok masyarakat bisa berbeda. Karena itu, bagi kami penting untuk memahami apa yang paling dibutuhkan masyarakat di lapangan. Mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga bangkit melanjutkan penghidupan,” ujarnya.
Pemulihan membutuhkan lebih dari satu tangan. Masyarakat yang ingin ikut mendukung warga terdampak gempa NTT dapat berkontribusi dan menyalurkan dukungan melalui Amartha Empower - Solidaritas untuk NTT.