Cara Iran Bikin AS Loyo seusai 6 Bulan Perang: Rudal, Hormuz dan Siber Jadi Senjata Andalan Teheran
Hadiyya QurrataAyyuun September 05, 2026 01:42 PM

- Enam bulan perang berlalu, Iran justru dinilai semakin percaya diri menghadapi Amerika Serikat.

Menurut penilaian intelijen AS yang dikutip Al Mayadeen pada Sabtu (5/9), Teheran belum menunjukkan tanda akan menghentikan konflik.

Iran kini semakin memahami kekuatan sekaligus batas kemampuan militer AS usai berbulan-bulan menghadapi serangan.

Kondisi itu membuat Teheran diperkirakan siap memperpanjang perang selama berbulan-bulan ke depan.

Iran juga disebut punya sejumlah pilihan untuk terus menekan Washington tanpa harus langsung melancarkan serangan besar.

Salah satunya dengan menyerang pangkalan AS dan sekutunya menggunakan rudal di kawasan Timur Tengah.

Teheran juga bisa meningkatkan tekanan terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Jalur vital ini menjadi salah satu kartu terkuat Iran karena gangguan di sana bisa mengguncang pasar energi.

Bukan hanya serangan militer, operasi siber Iran juga mulai menjadi perhatian serius pejabat AS.

Kelompok peretas yang dikaitkan dengan Iran bahkan dituding menargetkan lebih dari seratus sistem air di AS.

Serangan semacam itu dinilai bisa menimbulkan gangguan sekaligus menekan psikologis masyarakat AS.

Kepercayaan diri Iran juga didukung oleh persediaan rudal dan drone yang masih tersisa setelah enam bulan perang.

Teheran dinilai semakin memahami bagaimana Hormuz bisa digunakan untuk menekan Washington dan pasar global.

Di sisi lain, kemampuan AS melancarkan serangan besar baru disebut semakin terbebani oleh berkurangnya persediaan amunisi.

Iran juga diyakini melihat tekanan politik dan kenaikan harga energi di AS sebagai peluang memperpanjang konflik.

Artinya, semakin lama perang berlangsung, semakin besar tekanan yang harus ditanggung pemerintahan Trump.

Perang ini juga belum menunjukkan tanda akan segera berakhir. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.