TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) menyalurkan bantuan langsung sebagai respons tanggap darurat bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Jumat (4/9/2026).
Penyerahan bantuan yang dipusatkan di Posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Sikka tersebut diserahkan langsung kepada Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago.
Kunjungan kemanusiaan ini diselenggarakan sebagai bentuk solidaritas antardaerah. Mewakili Dewan Pengurus Apkasi, hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Bupati Solok Jon Firman Pandu, serta Bupati Probolinggo Mohammad Haris. Selain bantuan dari Apkasi, disalurkan pula bantuan bencana alam dari Pemerintah Kabupaten Situbondo dan Pemerintah Kabupaten Solok.
Baca juga: Utara NTT Penuh Titik Merah, 12.064 Gempa Susulan Guncang Flores hingga 4 September
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengapresiasi kebersamaan dan kepedulian yang ditunjukkan oleh jajaran kepala daerah yang tergabung dalam wadah Apkasi. Kehadiran para sejawat kepala daerah di tengah situasi sulit dinilai memberi penguatan moril tersendiri bagi pemerintah daerah dan warga Sikka.
"Kehadiran Apkasi ini sangat berarti karena saya juga bagian dari Apkasi itu sendiri," ujar Juventus yang juga menjabat sebagai salah satu Wakil Ketua Umum Apkasi dalam pernyataannya yang diterima, Sabtu(5/9/2026).
Dampak gempa bumi yang melanda wilayah kepulauan Nusa Tenggara Timur sejak pertengahan Agustus lalu menimbulkan kerusakan signifikan di Kabupaten Sikka. Dari total 20 kecamatan yang merasakan guncangan, dampak terparah berada di wilayah kepulauan, khususnya Kecamatan Palue.
Berdasarkan data penanganan bencana, tercatat 6 orang meninggal dunia, sedangkan seluruh korban luka berat maupun ringan telah mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan.
Kerusakan pada sektor permukiman terbilang cukup luas.
Hasil asesmen tahap pertama mencatat sebanyak 4.248 rumah warga mengalami kerusakan, yang terdiri dari 939 unit rusak berat, 852 unit rusak sedang, dan 2.457 unit rusak ringan.
Kerusakan juga melanda berbagai fasilitas umum, mulai dari gedung pemerintahan, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga tempat ibadah.
Kerusakan pada struktur bangunan Kantor Bupati Sikka bahkan memaksa aktivitas pelayanan Setda Sikka sementara waktu dialihkan ke tenda-tenda darurat.
Memasuki minggu ketiga pascabencana, lokasi pengungsian kini terpusat di tiga kecamatan utama, yaitu Palue, Kangai, dan Nita, selagi pemerintah daerah memulai tahap verifikasi data serta penyiapan hunian sementara (huntara).
Sementara itu Bupati Probolinggo Mohammad Haris menegaskan bahwa kedatangan rombongan kepala daerah ke Maumere tidak sekadar kunjungan kerja biasa, melainkan panggilan rasa persaudaraan sesama anak bangsa.
"Kami hadir di sini tentunya bukan kunjungan biasa, tetapi lebih kepada rasa persaudaraan. Nusa Tenggara Timur ini terdiri dari gugusan pulau yang luar biasa, dan kami merasa NTT adalah bagian utuh dari tubuh kita. Jika ada bagian tubuh yang sakit, maka kita semua ikut merasakan sakit dan sedihnya. Kami hadir mewakili seluruh kepala daerah dan masyarakat Indonesia untuk menyampaikan duka sekaligus doa agar warga Sikka diberikan kesabaran dan ketabahan," kata Haris.
Sebagai seorang tenaga medis, Haris juga menyoroti pentingnya penanganan trauma pascabencana (post-disaster trauma) yang membayangi warga, terlebih dengan adanya memori kolektif bencana tsunami yang pernah melanda kawasan tersebut pada masa lalu. Menurutnya, aspek pemulihan psikologis warga harus digarap secara mendalam agar masyarakat kembali merasa aman dan dapat beristirahat dengan tenang.
Semangat kebersamaan senada disampaikan Bupati Solok Jon Firman Pandu. Ia menyampaikan rasa duka mendalam dari warga Kabupaten Solok sekaligus membawa amanat dari Ketua Umum Apkasi yang berhalangan hadir pada hari pertama penyerahan bantuan.
"Kehadiran kami hari ini bersama Apkasi adalah bentuk kebersamaan dan kepedulian di antara seluruh pemerintah daerah se-Indonesia. Yakinlah Pak Bupati Juventus beserta jajaran tidak sendirian dalam menghadapi ujian ini. Bencana adalah bagian dari dinamika alam, dan tugas kita bersama adalah bagaimana meresponsnya dengan kesiapan serta menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan," tutur Jon.
Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan empati mendalam mengingat Kabupaten Situbondo juga sempat dilanda bencana banjir bandang pada awal tahun.
"Kami memahami betul suasana kebatinan warga di Sikka karena kami pun menghadapi ujian bencana banjir bandang di awal tahun ini. Inilah bagian dari perjalanan kita berbangsa dan bernegara, di mana saat ada saudara kita yang sakit, kita pun merasakannya. Kami hadir untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di NTT. Tetap semangat, mari terus bahu-membahu," ujar Yusuf.
Penyerahan bantuan logistik serta peninjauan posko bencana ini diharapkan dapat mempercepat fase transisi menuju pemulihan menyeluruh, baik pada aspek perbaikan infrastruktur fisik maupun pemulihan roda perekonomian masyarakat di Kabupaten Sikka.