TRIBUNMANADO.COM, MANADO - Beragam jajanan dan makanan dari sejumlah daerah hadir dalam Festival Jajanan Nusantara yang berlangsung di Lippo Plaza Manado, Jalan AA Maramis, Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, Kota Manado.
Festival tersebut berlangsung selama lebih dari dua pekan, mulai 28 Agustus hingga 13 September 2026.
Selain menawarkan aneka kuliner kepada pengunjung, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk bertemu langsung dengan konsumen.
Puluhan pelaku usaha kuliner ikut ambil bagian dengan membawa berbagai produk andalan mereka.
Pengunjung dapat menemukan makanan seperti kue tradisional, tahu gejrot, nasi gila, siomay, gado-gado, hingga ketoprak.
Selain dari daerah lain, ada juga makanan khas Manado seperti keong atau kolombi, nasi jaha, hingga makanan modern yang memadukan cita rasa Manado seperti sate taichan.
Beberapa booth yang turut meramaikan adalah Dapur Nyoenya, Dimsum Me, hingga Bund_Duren.
Dapoer Nyonya menjajakan makanan khas Betawi, Dimsum Me menjajakan berbagai macam dimsum, sedangkan Bund_Duren menyajikan alpukat kocok hingga kudapan khas Manado.
Owner Dapur Nyoenya, Novia Mustafa, mengaku senang bisa ikut serta dalam festival kuliner tersebut.
"Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Bahkan banyak dari mereka bertanya setelah festival bisa mencari Dapoer Nyonya di mana," jelas Novia, Jumat (4/9/2026).
PIC event Festival Jajanan Nusantara, Tia, sempat diwawancarai Tribun Manado beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi tempat berjualan, tetapi juga membantu UMKM mendapatkan pasar yang lebih luas.
Adanya festival dapat membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperkenalkan produk mereka kepada lebih banyak masyarakat.
“Selain menjadi ajang kuliner, Festival Jajanan Nusantara juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendukung pertumbuhan dan pengembangan UMKM secara berkelanjutan,” ujar Tia, Sabtu (29/8/2026).
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar dan dikembangkan.
Dengan begitu, Lippo Plaza Manado bisa menjadi salah satu ruang yang konsisten memberikan kesempatan kepada UMKM, terutama mereka yang bergerak di sektor makanan dan minuman.
Baca juga: Identitas Dua WNA Asal Cina yang Ditangkap Polda Sulut, Selundupkan 16 Batang Emas Ilegal
Baca juga: Lirik Lagu Dosa Terindah - Ardhitio feat. Pika Iskandar
“Kita berusaha untuk hadirkan ruang bagi para UMKM di Kota Manado,” jelasnya.
Tia menambahkan, masyarakat yang datang ke festival juga memiliki kesempatan untuk ikut berkontribusi terhadap keberlangsungan usaha lokal.
Setiap pembelian yang dilakukan turut membantu UMKM memperkenalkan produk dan membangun pasar mereka.
“Terima kasih juga untuk 30 UMKM yang sudah berpartisipasi,” pungkasnya.(*)
(Tribunmanado.com/Isvara Savitri/Ferdi Guhuhuku)