TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak sekaligus mampu membentuk karakter para siswa terus didorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung.
Salah satu upayanya melalui Gerakan Salam Sapa Pagi Anak Bedas Cerdas (SAPA BEDAS) yang menyasar lingkungan sekolah di Kabupaten Bandung.
Dengan gerakan tersebut, Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta para kepala sekolah dan guru menjadi contoh bagi anak didiknya dengan membiasakan datang lebih awal ke sekolah.
Dadang menilai kebiasaan tersebut dapat menciptakan suasana sekolah yang lebih ramah bagi anak. Di sisi lain, guru juga dapat memberikan teladan secara langsung kepada para siswa.
"Diharapkan, melalui program SAPA BEDAS ini bisa menciptakan iklim pendidikan yang ramah anak dan berkarakter untuk peserta didik di Kabupaten Bandung," ujarnya saat ditemui di Soreang, Sabtu (5/9/2026).
Selain itu, pembentukan karakter di sekolah juga harus dibarengi dengan penguatan nilai kebangsaan. Dadang menegaskan tidak boleh ada perbedaan di lingkungan sekolah berdasarkan suku, ras, maupun agama.
"Perlu ada pendidikan atau penataran empat pilar kebangsaan, karena di situ ada Pancasila, selain UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kita dituntut memiliki jiwa nasionalis," katanya.
Dadang juga meminta setiap sekolah di wilayah Kabupaten Bandung untuk membiasakan siswa-siswinya mendengarkan lagu kebangsaan seperti Indonesia Raya setiap pukul 10.00 WIB.
"Minimal mendengarkan lagu Indonesia Raya. Supaya ada rasa cinta Tanah Air dan rasa memiliki. Dengan harapan radikalisme maupun SARA tidak terjadi di sekolah, khususnya di Kabupaten Bandung," ucapnya.