Sekolah Kristen Kalam Kudus Sorong Rayakan HUT ke-29, Usung Tema Grateful to Belong
Petrus Bolly Lamak September 05, 2026 02:38 PM

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Sekolah Kristen Kalam Kudus Sorong merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 di Gedung L  Jitmau, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (5/9/2026).

Ketua Yayasan Kristen Kalam Kudus Indonesia Cabang Sorong, Budi Santoso, mengatakan perjalanan 29 tahun Sekolah Kristen Kalam Kudus Sorong tidak terlepas dari dedikasi guru, staf, karyawan, orang tua, pemerintah, serta seluruh peserta didik.

Baca juga: Gugatan Terhadap Kepala SD Kalam Kudus Sorong Kandas, Hakim Nyatakan Tidak Dapat Diterima

Menurutnya, selama hampir tiga dekade, sekolah telah melewati berbagai proses, tantangan, perjuangan, dan pembelajaran hingga mampu terus bertumbuh serta memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat.

“Dua puluh sembilan tahun bukanlah perjalanan yang singkat. 

Ada begitu banyak proses, tantangan, perjuangan, pembelajaran, dan tentu saja pertolongan Tuhan yang telah membawa sekolah ini sampai pada titik yang kita rayakan hari ini,” kata Budi.

Perayaan HUT ke-29 mengusung tema “Grateful to Belong” atau bersyukur menjadi bagian.

Baca juga: Sambut HUT Ke-28, Sekolah Kristen Kalam Kudus Sorong Tebar Manfaat Lewat Aksi Sosial dan Donor Darah

Budi mengatakan tema tersebut mencerminkan rasa syukur seluruh keluarga besar Sekolah Kristen Kalam Kudus Sorong karena dipertemukan dalam sebuah komunitas pendidikan yang menjadi tempat untuk belajar, bertumbuh, melayani, dan menjadi berkat bagi sesama.

“Kita bersyukur bukan hanya karena sekolah ini telah bertahan dan bertumbuh selama 29 tahun, tetapi karena Tuhan telah mempertemukan kita dalam sebuah komunitas pendidikan yang menjadi tempat untuk belajar, bertumbuh, melayani, dan menjadi berkat bagi sesama,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru, staf, dan karyawan yang telah mencurahkan waktu, tenaga, pikiran, serta kasih dalam mendidik para siswa.

Baca juga: Momen Haru di Sorong, Rintik Hujan Turun Saat Salat Istisqa Baru Dimulai

Menurut Budi, menjadi pendidik bukan sekadar menjalankan pekerjaan, tetapi memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada generasi masa depan.

“Menjadi seorang pendidik bukan sekadar menjalankan pekerjaan. 

Seorang pendidik memiliki kesempatan untuk menyentuh kehidupan, membentuk karakter, menanamkan nilai, dan menjadi teladan bagi generasi masa depan,” ucapnya.

Budi menilai keberhasilan peserta didik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pribadi, tetapi juga melalui pendampingan guru dan dukungan seluruh tenaga kependidikan.

“Di balik setiap keberhasilan seorang murid ada guru yang dengan sabar membimbing, ada staf yang dengan setia mendukung, dan ada seluruh karyawan yang bekerja dengan hati untuk memastikan proses pendidikan berjalan dengan baik,” katanya.

Baca juga: PLN Sorong Kota Lakukan Pemeliharaan Jaringan, 5 Wilayah Terdampak

Ia berharap para guru dan tenaga kependidikan senantiasa diberikan kekuatan, hikmat, kesehatan, dan sukacita dalam menjalankan tanggung jawab di bidang pendidikan.

Budi juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua dan wali murid yang telah memberikan kepercayaan kepada Sekolah Kristen Kalam Kudus Sorong.

Menurutnya, pendidikan anak tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada sekolah. 

Pendidikan merupakan perjalanan bersama yang membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat.

“Pendidikan anak tidak dapat dilakukan oleh sekolah seorang diri. Pendidikan merupakan perjalanan bersama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat,” jelasnya.

Ia mengapresiasi dukungan, komunikasi, masukan, dan kerja sama yang telah terjalin antara orang tua dan pihak sekolah.

Budi berharap kolaborasi tersebut semakin kuat sehingga pendidikan anak dapat berlangsung secara berkesinambungan.

“Kiranya kolaborasi yang baik ini terus kita tingkatkan sehingga rumah dan sekolah dapat berjalan bersama dalam membentuk anak-anak yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, iman teguh, serta hati yang mau melayani dan memberkati sesama,” tuturnya.

Selain guru dan orang tua, pihak yayasan juga memberikan penghargaan kepada pemerintah atas perhatian, pembinaan, pendampingan, dan dukungan terhadap perkembangan Sekolah Kristen Kalam Kudus Sorong.

Menurut Budi, sinergi dengan pemerintah menjadi bagian penting dalam perjalanan sekolah untuk terus memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada masyarakat.

“Kami sangat menghargai sinergi yang telah terjalin selama ini. Dukungan pemerintah menjadi bagian penting dalam perjalanan sekolah untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Saat ini, Sekolah Kristen Kalam Kudus Sorong melayani peserta didik pada sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas.

Budi berharap momentum HUT ke-29 menjadi penguat semangat seluruh keluarga besar Kalam Kudus Sorong untuk terus meningkatkan mutu pendidikan serta membentuk generasi yang unggul dalam pengetahuan, karakter, dan iman. (tribunsorong.com/ismail saleh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.