TRIBUNNEWS.COM - Istilah skin barrier semakin sering dibicarakan dalam dunia perawatan kulit, terutama di tengah banyaknya produk skincare yang tersedia saat ini.
Namun, sebelum memahami apa yang dimaksud dengan skin barrier crisis, penting untuk mengenal terlebih dahulu fungsi skin barrier bagi kesehatan kulit.
Secara sederhana, skin barrier merupakan lapisan terluar kulit yang berperan penting sebagai pelindung tubuh dari berbagai paparan dan faktor lingkungan.
Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi Ahli Pertama DR RSUD Ibu Fatmawati Soekarno, dr. Putri Oktriana Rahman, Sp., menjelaskan bahwa lapisan terluar kulit tersebut memiliki susunan dan sejumlah komponen yang mendukung fungsi perlindungan kulit.
Ketika lapisan tersebut mengalami gangguan atau kerusakan, kondisi inilah yang kemudian dikenal sebagai skin barrier crisis.
Kerusakan tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor, baik dari luar maupun dari dalam tubuh.
Fenomena skin barrier crisis juga semakin ramai diperbincangkan seiring meningkatnya penggunaan berbagai produk skincare.
Penggunaan produk yang tidak tepat, termasuk melakukan eksfoliasi secara berlebihan atau over-exfoliation, dapat mengganggu kondisi skin barrier.
Jika gangguan semakin berat dan kulit kemudian mendapatkan paparan iritan, infeksi, atau faktor lain, kerusakan skin barrier dapat terjadi dan proses pemulihannya pun membutuhkan waktu.
Menurut dr. Putri, skin barrier merupakan sebutan untuk lapisan terluar dari kulit. Lapisan ini terdiri atas komponen sel-sel kulit, salah satunya keratinosit.
"Skin Barrier sendiri itu merupakan sebutan dari ee lapisan terluar dari kulit kita ya. Bagian lapisan terluar dari kulit kita yang terdiri atas komponennya sel-sel kulit keratinosid dan kalau kita bayangkan," kata dokter Putri dalam siniar BEAUTY HEALTH di Kantor Tribunnews Solo, Jawa Tengah Sabtu (5/9/2026).
Baca juga: Studi Ungkap Kelemahan AI dalam Mendeteksi Kanker Kulit pada Kulit Gelap
Untuk menggambarkan susunannya, dr. Putri mengibaratkan struktur skin barrier seperti konsep mortar and brick, atau batu bata dan semen yang tersusun secara rapi.
Di antara susunan tersebut terdapat berbagai komponen, seperti asam lemak, ceramide, protein, dan kolesterol.
Berbagai komponen tersebut menjadi bagian dari struktur lapisan terluar kulit.
Karena berada di bagian paling luar, skin barrier memiliki fungsi utama sebagai proteksi.
Lapisan ini berperan melindungi kulit dari berbagai paparan maupun faktor lingkungan.
"Jadi di susunannya itu seperti kalau di literatur seperti mortar and brick ya atau seperti batu bata dan semen yang tersusun rapi seperti itu. Kemudian di antaranya juga ada komponen-komponen seperti asam lemak, ada seramid, kemudian juga ada protein-protein di situ ya dan kolesterol."
"Nah, di fungsi barier kulit sendiri itu fungsinya memang karena dia lapisan terluar ya, jadi fungsi utamanya sebagai proteksi. gitu ya. Proteksi dari paparan-paparan atau dari faktor lingkungan," paparnya.
Istilah skin barrier crisis merujuk pada kondisi ketika skin barrier mengalami gangguan atau kerusakan.
Dr. Putri menjelaskan bahwa ketika lapisan terluar kulit mengalami gangguan, kondisi tersebut juga dapat berdampak pada lapisan kulit yang berada lebih dalam.
Kerusakan pada bagian terluar kulit tidak hanya berkaitan dengan lapisan tersebut, tetapi dapat mengganggu kondisi lapisan kulit lainnya.
"Skin barrier krisis sendiri adalah suatu gangguan, suatu kerusakan terhadap skin barrier tadi yang sudah saya jelaskan di awal, yaitu lapisan terluar dari kulit kita. Tentunya apabila lapisan luar tadi sudah mengalami gangguan. Lapisan-lapisan terdalamnya itu juga terganggu ya."
"Nah, namun skin barrier krisis ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, bisa faktor eksternal, bisa faktor internal juga gitu. Jadi skin barrier krisis itu sebenarnya adalah kerusakan ya. Jadi dari lapisan-lapisan kulit kerusakan dan untuk memulihkannya itu juga cukup butuh waktu," jelas dokter Putri.
Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor.
Menurut dr. Putri, penyebabnya bisa berasal dari faktor eksternal maupun internal.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan skincare adalah eksfoliasi.
Eksfoliasi memang menjadi bagian dari rutinitas perawatan kulit bagi sebagian orang, tetapi penggunaannya tidak boleh dilakukan secara berlebihan.
Dr. Putri menyebut over-exfoliation atau eksfoliasi yang terlalu berlebihan sebagai salah satu kondisi yang dapat mengganggu skin barrier.
Hal ini menjadi penting diperhatikan karena saat ini berbagai produk skincare dengan beragam kandungan semakin mudah ditemukan dan digunakan.
Penggunaan produk yang tidak tepat dapat membuat skin barrier mengalami gangguan.
Karena itu, penggunaan skincare sebaiknya tetap memperhatikan kondisi dan kebutuhan kulit, bukan sekadar mengikuti tren produk yang sedang populer di media sosial.
Skin barrier crisis tidak hanya disebabkan oleh penggunaan produk skincare yang kurang tepat.
Menurut dr. Putri, kondisi tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor, baik eksternal maupun internal.
Salah satu faktor eksternal yang disebutkan adalah paparan iritan.
Ketika kondisi skin barrier sudah sangat terganggu dan kemudian mendapatkan paparan iritan maupun infeksi, kerusakan dapat semakin terjadi.
Karena penyebabnya dapat beragam, kondisi kulit perlu diperhatikan secara menyeluruh.
Tidak semua gangguan pada skin barrier disebabkan oleh satu faktor yang sama.
Ketika skin barrier sudah mengalami kerusakan, proses untuk memulihkannya tidak selalu berlangsung secara cepat.
Dr. Putri menegaskan bahwa kerusakan pada lapisan kulit membutuhkan waktu untuk kembali pulih.
Hal ini menjadi alasan penting bagi masyarakat untuk tidak sembarangan menggunakan berbagai produk skincare, terutama ketika kulit mulai menunjukkan kondisi yang tidak sesuai setelah penggunaan produk tertentu.
Pemahaman mengenai fungsi skin barrier juga dapat membantu seseorang lebih bijak dalam menjalankan rutinitas perawatan kulit.
Alih-alih mengikuti banyak tren skincare sekaligus, perawatan sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi kulit.
Jangan Abaikan Kondisi Skin Barrier
Skin barrier merupakan bagian penting dari kulit karena berfungsi sebagai lapisan proteksi terluar.
Struktur lapisan tersebut terdiri atas berbagai komponen yang tersusun secara teratur dan mendukung fungsi perlindungan kulit dari paparan lingkungan.
Sementara itu, skin barrier crisis merupakan kondisi ketika lapisan tersebut mengalami gangguan atau kerusakan.
Penyebabnya dapat berasal dari berbagai faktor, termasuk penggunaan produk yang tidak tepat dan eksfoliasi secara berlebihan.
"Jadi kalau sudah sangat terganggu dan ada paparan-paparan iritan, infeksi dan lain-lain ya, maka terjadilah skin barier krisis itu," ujarnya.
Semakin banyaknya pilihan produk skincare, masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam menentukan produk dan rutinitas perawatan kulit.
Menjaga skin barrier tetap dalam kondisi baik menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan kesehatan kulit.
(Tribunnews.com/M Alvian Fakka)