Kondisi Gibran Memprihatinkan, Bocah 9 Tahun asal Kerinci yang Sakit Sejak Bayi
Heri Prihartono September 05, 2026 05:04 PM

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Kondisi Muhammad Gibran, seorang anak berusia 9 tahun asal Desa Baru Semerah, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, Jambi, mengundang perhatian.

Di tengah kondisi kesehatan yang membutuhkan perawatan serius serta keterbatasan ekonomi keluarga, kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi warga tersebut dipertanyakan.

Muhammad Gibran diketahui telah mengalami sakit sejak berusia sekitar lima bulan. Saat ini, Gibran sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Bukittinggi, Sumatera Barat, dengan didampingi kedua orang tuanya.

Perjuangan keluarga untuk mendapatkan pengobatan disebut tidak mudah. Dalam kondisi ekonomi yang sangat terbatas, orang tua Gibran bahkan telah berupaya menjual harta benda yang dimiliki demi memenuhi kebutuhan pengobatan anak mereka.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari salah seorang aktivis di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Sopan Sopian.

Ia mempertanyakan sejauh mana kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang sedang berada dalam kondisi sangat membutuhkan perhatian.

“Di mana letak kepedulian pemerintah daerah dalam menanggapi keadaan salah satu warga yang sangat membutuhkan perhatian, dalam keadaan ekonomi yang sangat terjepit?” ujar Sopan Sopian.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan bantuan materi, tetapi juga menyangkut kehadiran pemerintah dalam memberikan perhatian dan memastikan warga yang membutuhkan dapat memperoleh akses pelayanan serta bantuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Di mana keadilan dan nilai Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.

Sopan menilai kondisi masyarakat seperti keluarga Muhammad Gibran semestinya menjadi perhatian bersama. Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga mampu memberikan respons ketika ada masyarakat yang menghadapi persoalan kemanusiaan dan membutuhkan dukungan.

Ia berharap pemerintah daerah dapat melihat langsung kondisi Gibran dan keluarganya serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan pelayanan kesehatan dan bantuan sosial keluarga tersebut dapat ditangani sesuai aturan.

Kondisi Muhammad Gibran juga menjadi perhatian publik karena perjuangan kedua orang tuanya yang terus berupaya mendapatkan pengobatan terbaik bagi anak mereka di tengah keterbatasan ekonomi.

Pertanyaan yang kini muncul adalah sejauh mana pemerintah daerah hadir ketika seorang anak dan keluarganya sedang berada dalam kondisi yang sangat membutuhkan perhatian.

Pemerintah daerah diharapkan dapat memberikan penjelasan sekaligus langkah nyata sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku sehingga nilai keadilan sosial sebagaimana amanat Pancasila benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

(Tribunjambi.com/Herupitra)

Baca juga: Selain Gunung Kerinci, Ini Daftar Pendakian Taman Nasional yang Ditutup Awal September 2026

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.