TRIBUNJAMBI.COM, Jambi - Warga Jambi dan wisatawan di Jambi kini bisa menikmati wisata sejarah di kawasan Candi Muarajambi.
Museum Sriwijaya Dharmakirti di Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi resmi dibuka untuk kunjungan umum mulai 29 Agustus 2026.
Museum diresmikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada 31 Juli 2026.
Museum Sriwijaya Dharmakirti memiliki konsep museum modern.
Tak hanya melihat artefak, Museum Sriwijaya Dharmakirti juga memiliki wahana Imersif Museum yang menghadirkan pengalaman visual dan audio.
Lokasi dan jam operasional
Museum Sriwijaya Dharmakirti Museum Sriwijaya Dharmakirti berlokasi di Kawasan Cagar Budaya Nasional Muaro Jambi, Kecamatab Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.
Museum ini buka setiap hari, kecuali Senin, pukul 09.00-16.00 WIB.
Pembelian tiket dibuka maksimal pukul 15.30 WIB.
Baca juga: Harga Ayam Broiler di Kota Jambi Rp48 Ribu, Pedagang Terpaksa Kurangi Ukuran
Baca juga: Imbas Kabut Asap Tebal, Bus Damri Tabrak ALS di Tol Palindra, Penumpang Luka-luka
Harga tiket dan parkir
Harga tiket masuk Museum Sriwijaya Dharmakirti:
- Pelajar/Mahasiswa: Rp10.000 per orang
- Dewasa WNI: Rp20.000 per orang
- Wisatawan asing: Rp50.000 per orang
- Anak usia 0–3 tahun: Gratis
- Lansia di atas 60 tahun : Gratis dengan menunjukkan kartu identitas
Pengunjung juga perlu menyiapkan biaya parkir kendaraan, yakni Rp5.000 untuk sepeda motor, Rp10.000 untuk mobil, Rp15.000 untuk Elf, dan Rp25.000 untuk bus pariwisata.
Harga tiket imersif Museum Sriwijaya Dharmakirti
Selain tiket masuk museum biasa, ada juga tiket imersif Museum Sriwijaya Dharmakirti yang perlu dibeli terpisah sebesar Rp 25.000 per orang.
Ruang imersif Museum Sriwijaya Dharmakirti dibuka per sesi dengan jadwal pukul 09.30 WIB, 10.10 WIB, 10.50 WIB, 11.30 WIB, 13.20 WIB, 14.00 WIB, 14.40 WIB, dan 15.20 WIB. (*)
Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi
Baca juga: Marak Keracunan MBG, DPR Desak BGN Beri Kompensasi ke Korban
Baca juga: Harga Ayam Broiler di Kota Jambi Rp48 Ribu, Pedagang Terpaksa Kurangi Ukuran