Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sebanyak 53 tim menjelajahi Hutan Soya dalam ajang Adventure Race of Amboina 2026 "Soya for Ambon", Jumat (4/9/2026).
Menempuh lintasan sepanjang 15 kilometer dengan enam pos tantangan, para peserta tak hanya berlomba menjadi yang tercepat, tetapi juga mengampanyekan pelestarian lingkungan di kawasan hutan yang menjadi sumber air bersih Kota Ambon.
Salah satu tim yang berhasil menuntaskan perlombaan adalah Tim Ranting Oikumene dari AMGPM Cabang Bethesda.
Baca juga: Polda Maluku Kawal Kunjungan Menko Pangan, Tegaskan Dukungan untuk Ketahanan Pangan
Baca juga: Dituding Ganggu Rumah Tangga Vicky Salamor, Moren Lewerissa Klarifikasi Pertemuan Konser di Jakarta
Bagi mereka, lintasan dari Pos 3 menuju Pos 4 menjadi bagian paling berat selama mengarungi Hutan Soya.
Ketua Tim Ranting Oikumene Cabang Bethesda, Alvians Makailipessy, mengatakan medan yang menanjak dan tantangan di pos tersebut menguras tenaga seluruh anggota tim.
"Rute yang paling sulit itu dari Pos 3 ke Pos 4," ujar Alvians kepada TribunAmbon.com usai mencapai garis finis di Gedung Gereja Lazarus Kayu Putih Jemaat GPM Soya.
Tak hanya medan yang berat, peserta juga dihadapkan pada permainan yang menguji kerja sama tim, yakni mengeluarkan bola menggunakan kayu dari dalam rangkaian kawat besi.
Menurut Alvians, tantangan tersebut tidak bisa diselesaikan secara individu, melainkan membutuhkan komunikasi, kekompakan, dan kesabaran seluruh anggota tim.
"Yang paling sulit juga permainan mengeluarkan bola menggunakan kayu dari dalam kawat besi. Di situ benar-benar dibutuhkan kekompakan dan semangat tim," katanya.
Selain menyelesaikan berbagai tantangan, para peserta juga diajak melakukan aksi nyata menjaga lingkungan.
Di Pos 4, setiap tim menanam bibit pohon durian, rambutan, dan mangga sebagai bagian dari upaya melestarikan Hutan Soya.
Meski mengaku perjalanan sangat melelahkan, Alvians bersyukur seluruh anggota tim mampu menyelesaikan perlombaan tanpa kendala.
"Cukup melelahkan, tapi puji Tuhan kami bisa sampai di finish dengan selamat," ucapnya.
Adventure Race of Amboina 2026 mengusung tema "Soya for Ambon" dan digelar dalam rangka memperingati HUT ke-91 Gereja Protestan Maluku (GPM), HUT ke-451 Kota Ambon, dan HUT ke-61 AMGPM Daerah Pulau Ambon.
Sebanyak 55 tim sempat mendaftar, namun hanya 53 tim yang mengikuti perlombaan.
Masing-masing tim beranggotakan tujuh orang yang harus menaklukkan lintasan sepanjang 15 kilometer dengan melewati enam pos.
Pantauan TribunAmbon.com di lokasi finis di Gedung Gereja Lazarus Kayu Putih Jemaat GPM Soya hingga pukul 17.43 WIT, sebanyak 21 tim telah mencapai garis finis, sedangkan 32 tim lainnya masih berjuang di lintasan.
Rute perlombaan dimulai dari kawasan Telkom Ambon, melintasi Jalan Pattimura, Jalan Ahmad Yani, DAS Batu Gajah, Hutan Soya, Gunung Sirimau, Gereja Tua Soya, hingga berakhir di Gereja Lazarus.
Selain lomba lintas alam, peserta juga mengikuti tantangan fotografi, kreativitas, aksi pengumpulan sampah plastik, dan penanaman bibit pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian Hutan Soya.
Ketua Panitia Adventure Race of Amboina 2026, Karin Soplanit, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mengampanyekan pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap alam dan situs cagar budaya.
Sementara itu, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan Adventure Race of Amboina bukan sekadar ajang olahraga alam, tetapi menjadi gerakan kolaboratif untuk membangun karakter generasi muda sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Pengumuman pemenang sekaligus penyerahan hadiah Adventure Race of Amboina 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27 September 2026.(*)