Kualitas Udara Belum Membaik, Wawako Sebut Dampak Asap Kiriman Daerah Luar Pekanbaru
Firmauli Sihaloho September 05, 2026 06:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kualitas udara Kota Pekanbaru, Sabtu (5/9/2026) masih belum membaik. Kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru selama dua hari ini dalam kategori tidak sehat.

Data dari Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementrian Lingkungan Hidup di Tenayan Raya memperlihatkan  konsentrasi partikulat halus PM 2.5 di angka 143 mikrogram per meter kubik (µg/m3). Tingkat kualitas udara ini bisa menimbulkan gangguan kesehatan.

Asap yang menyelimuti kota saat ini berasal dari sejumlah daerah di sekitar Kota Pekanbaru.

Kondisi ini membuat kualitas udara kota masih memburuk.

"Kota Pekanbaru satu daerah yang terdampak kabut asap akibat kebakaran lahan, asap ini berasal dari daerah di sekitar kita," terang
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar kepada Tribunpekanbaru.com.

Menurutnya, faktor terbesar kualitas udara masih belum membaik karena kebakaran lahan masih terjadi.

Baca juga: 966,4 Hektare Lahan Terbakar di Pelalawan Dipadamkan, tapi Asap Masih Muncul dari Gambut

Baca juga: Udara di Kampar Riau Masih Tidak Sehat, Karhutla di Rimbo Panjang Belum Padam

Kota Pekanbaru juga masih menerima asap kiriman dari sejumlah daerah di sekitarnya.

"Jadi itu kota terdampak, karena ada juga asap kiriman dari provinsi lain seperti Jambi dan Palembang," ulasnya.

Dirinya menyadari kualitas udara masih belum membaik. Ia menyebut bahwa kebakaran lahan masih terjadi karena cuaca panas melanda.

"Kita menjadi satu kota yang menerima akibat kebakaran lahan, maka kita sampai saat ini masih waspada," ujarnya.

Markarius menambahkan bahwa pemerintah kota mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Warga harus mengenakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

(Tribunpekanbaru.com/ Fernando Sikumbang)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.