Siapa Dalang Tengkleng? Sosok yang Pimpin Ruwatan PB XIV Hangabehi di Solo Sebelum Naik Tahta
Vincentius Jyestha Candraditya September 05, 2026 07:15 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Prosesi ruwatan Pakubuwono XIV Hangabehi menjelang kenaikan tahta di Pagelaran Keraton Solo, Jumat (4/9/2026), dipimpin melalui sebuah pagelaran oleh Sri Susilo yang dikenal dengan sebutan Dalang Tengkleng.

Ruwatan tersebut menjadi salah satu rangkaian yang dijalani Sinuhun Hangabehi sehari sebelum upacara kenaikan tahta yang dijadwalkan berlangsung di lokasi yang sama, Sabtu (5/9/2026).

Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Hangabehi sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) GKR Koes Moertiyah Wandansari atau yang akrab disapa Gusti Moeng menjelaskan, ruwatan merupakan tradisi yang dimaksudkan untuk menghilangkan sukerta.

RUWATAN. Menjelang upacara kenaikan tahta Pakubuwono XIV Hangabehi menjalani tradisi ruwatan pada Jumat (4/9/2026) di Pagelaran Keraton Solo.
RUWATAN. Menjelang upacara kenaikan tahta Pakubuwono XIV Hangabehi menjalani tradisi ruwatan pada Jumat (4/9/2026) di Pagelaran Keraton Solo. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

“Ruwatan pada dasarnya dimaksudkan untuk menghilangkan sukerta, yaitu segala sesuatu yang dianggap tidak baik atau dapat menjadi penghalang dalam perjalanan kehidupan seseorang,” ujar Gusti Moeng dalam keterangan tertulis.

Prosesi dimulai sekitar pukul 15.00. Sinuhun Hangabehi tampak menjalani rangkaian ruwatan dengan khidmat menggunakan pakaian serba putih.

Baca juga: Gelar Jumenengan, PB XIV Hangabehi Ikrarkan Diri Sebagai Penguasa Keraton Solo

Dalam pelaksanaan kali ini, Sri Susilo atau Dalang Tengkleng dipercaya memimpin prosesi melalui pagelaran. Keterlibatannya disebut memiliki kaitan dengan tradisi ruwatan yang telah berlangsung di lingkungan Keraton Solo.

Miliki Hubungan Trah dengan Keraton

Gusti Moeng menyebut Dalang Tengkleng juga masih memiliki hubungan trah dengan lingkungan Keraton.

“Untuk pelaksanaan ruwatan kali ini, dalangnya adalah Sri Susilo yang dikenal dengan Dalang Tengkleng. Dalang Tengkleng merupakan bagian dari tradisi ruwatan dan masih memiliki garis keturunan atau hubungan trah dengan lingkungan Keraton,” jelasnya.

Baca juga: PB XIV Hangabehi Ucap Ikrar Raja di Sitihinggil Keraton Solo, Ini Isinya

Rangkaian ruwatan tersebut menjadi bagian dari persiapan Sinuhun Hangabehi sebelum menjalani prosesi kenaikan tahta sebagai Pakubuwono XIV pada Sabtu (5/9/2026).

Selain menjalankan tradisi, ruwatan juga menjadi momentum untuk menyertai perjalanan kepemimpinan Sinuhun Hangabehi dengan harapan mampu menjalankan tanggung jawabnya sebagai raja.

“Yang paling utama, Sinuhun diharapkan dapat menjadi panutan dan pengayom bagi para sembahan dan abdi dalemnya, serta mampu menjalankan tanggung jawab dan amanah sebagai seorang raja,” jelasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.