Kondisi Tanjakan Clirit View Kalibakung Tegal Sudah Mulus dan Nampak Lebih Lebar 
M Syofri Kurniawan September 05, 2026 05:11 PM

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Akses jalan menuju Daya Tarik Wisata (DTW) Guci, Kabupaten Tegal, saat ini kondisinya sudah mulus dan terlihat di beberapa titik masih ada pekerjaan perbaikan jalan. 

Sesuai pantauan Tribunjateng.com pada Sabtu (5/9/2026), sepanjang jalan dari Yomani Kecamatan Lebaksiu, Kalibakung Kecamatan Balapulang, dan Kecamatan Bojong, jalan yang sebelumnya banyak lubang cukup besar sekarang ini kondisinya sudah mulus tanpa lubang. 

Aspal terlihat mulus dan juga dilakukan pelebaran jalan. 

Baca juga: Festival Keris Nusantara Digelar di Gedung Rakyat Slawi, Wabup Kholid Terpikat Tombak Biring Lanang

Adapun yang paling mencolok dan terlihat sangat berbeda yakni tanjakan Clirit View, Kalibakung, Kecamatan Balapulang yang sebelumnya kondisi ambles dan terjadi retakan, sekarang ini sudah mulus dan nampak lebih lebar. 

Ketika sebelumnya akses jalan seperti terbagi dua jalur untuk arah naik dan turun, sekarang ini jalan semakin lebar dan di tengah tidak ada pembatas apapun. 

Jalan Clirit View aspal sisa jalan lama masih nampak, namun dibatasi semacam dinding penahan tanah atau talud jalan karena posisi sekarang ini jauh lebih tinggi. 

Kondisi jalan yang sudah mulus terutama di tanjakan Clirit View membuat masyarakat merasa lebih aman dan nyaman ketika melintas.

Meskipun masih ada jalan yang belum diperbaiki, namun perbaikan bertahap ini menjadi angin segar bagi masyarakat satu di antaranya Nugroho. 

Rumah berada di Kecamatan Margasari, Nugroho mengaku sering melintas di jalan menuju wilayah atas Bojong dan Bumijawa karena setiap minggu ada keperluan di Wisata Guci. 

Nugroho senang setelah mengetahui akses jalan sudah mulus dan tidak ambles lagi seperti sebelumnya.

Jalan berlubang yang sebelumnya hampir rata di sepanjang jalan menuju Guci pun sekarang ini sudah mulus. 

Apalagi juga terlihat dilkukan pelebaran jalan, sehingga ia harap pekerjaan jalan bisa terus dilanjutkan sampai ke wisata Guci. 

Bahkan Nugroho mengaku sempat "pangling" saat pertama kali melintas dan kondisi jalan sudah sangat berbeda. 

"Saya sering lewat jalan sini karena hampir tiap minggu pasti ke atas utamanya Guci. Melihat kondisi jalan sekarang ini khususnya tanjakan Clirit View yang sebelumnya ambles dan retak saat ini sudah mulus dan lebih lebar. Pastinya sebagai pengguna jalan merasa lebih nyaman dan aman saat melintas. Ya semoga awet, tidak mudah rusak, berlubang dan ambles," ungkap Nugroho, pada Tribunjateng.com

Dikatakan Nugroho, masih ada jalan yang belum diperbaiki seperti di atas Pasar Bojong sampai jalan arah menuju Guci. 

Ia berharap ke depannya perbaikan kembali dilanjutkan ke titik atau ruas jalan yang belum tersentuh perbaikan. 

Tujuannya tentu agar masyarakat merasa lebih aman dan nyaman saat berkendara serta beraktivitas sehari-hari. 

"Ya semoga ke depan semakin banyak jalan yang halus seperti ini lagi, sehingga masyarakat merasa lebih nyaman ketika beraktivitas," harap Nugroho. 

Sebelumnya, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Tegal, Waedi menjelaskan, progres fisik pengerjaan jalan Yamansari-Bojong saat ini rata-rata sudah diatas 75 persen dan ada lima paket pengerjaan. 

Sementara untuk sumber anggarannya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2026. 

Masa pelaksanaan pengerjaan dimulai Juni dan ditargetkan selesai November 2026 atau 150 hari kalender dan masa pemeliharaan 180 kalender. 

Waedi memaparkan, peningkatan jalan Yamansari-Timbangreja, Kecamatan Lebaiksiu, masa pelaksanaan 150 hari kalender dengan nilai kontrak Rp6.396.564.751. 

Peningkatan jalan Timbangreja-Kalibakung, masa pelaksanaan 150 hari kalender (22 Juni sampai 18 November 2026), dan masa pemeliharaan 180 hari kalender dengan nilai kontrak Rp5.830.877.048. 

Kemudian peningkatan jalan Karangjambu, Kecamatan Bojong, waktu pelaksanaan 150 hari kalender mulai 22 Juni sampai 18 November 2026, dengan nilai kontrak Rp5.361.435.478. 

Selanjutnya peningkatan jalan Senggang-Karangjambu, waktu pelaksanaan 150 hari kalender mulai 30 Juni sampai 26 November 2026, panjang penanganan 2,2 kilometer dengan nilai kontrak Rp6.943.659.900. 

"Akhir triwulan keempat tahun ini kami dapat kabar akan ada Inpres Jalan Daerah atau IJD mulai dari ujung jalan anggaran DAK sampai Tuwel Bojong dengan nilai kontrak sekira Rp11 miliar. Pengerjaan sama nantinya pengaspalan jalan sepanjang sekira 4 kilometer," jelas Waedi. 

Sementara itu, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyampaikan, Ruas jalan Yamansari-Bojong menjadi salah satu proyek infrastruktur yang diprioritaskan Pemerintah Kabupaten Tegal karena menghubungkan sejumlah wilayah sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, kawasan pariwisata, dan akses pendidikan.

Ia memastikan setiap pembangunan yang dibiayai melalui anggaran negara dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. 

Pembangunan ruas Yamansari-Bojong dibagi dalam lima segmen, yakni Yamansari-Timbangreja, Timbangreja-Kalibakung, Kalibakung-Senggang, Senggang-Karangjambu, dan Karangjambu-Bojong.

Pekerjaan meliputi peningkatan kualitas perkerasan jalan menggunakan lapis Asphalt Concrete Binder Coursen(AC-BC) dan Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC). 

Selain itu, dilakukan pengerasan bahu jalan di sisi kanan dan kiri dengan lebar sekitar satu meter untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.

Peningkatan kualitas ruas Yamansari-Bojong diharapkan mampu memperlancar akses menuju kawasan wisata, mendukung aktivitas perekonomian, serta meningkatkan kemudahan akses layanan pendidikan di Kabupaten Tegal. 

"Proyek peningkatan jalan sepanjang kurang lebih 16 kilometer ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai sekitar Rp30 miliar terbagi lima paket pengerjaan," terang Bupati Ischak. (dta)

Baca juga: Bupati Ischak Dorong Tembakau Guci-Batumirah Tegal Jadi Produk Unggulan Bernilai Tinggi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.