Duka 3 Keluarga Korban Kebakaran di Desa Bukit Batu OKI, 2 Rumah Ludes dan 1 Rusak Parah
Welly Hadinata September 05, 2026 06:27 PM

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Duka mendalam masih tergambar di wajah tiga keluarga korban kebakaran di Desa Bukit Batu, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Harta benda mereka ludes dilalap api dalam musibah kebakaran yang menghanguskan dua rumah hingga tak bersisa, sementara satu rumah lainnya mengalami kerusakan cukup parah pada bagian dapur.

Tiga rumah tersebut masing-masing dihuni keluarga Diana sebanyak lima jiwa, keluarga Len sebanyak empat jiwa, dan keluarga Rahmi sebanyak empat jiwa.

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun Sripoku.com Sabtu (5/9/2026), kebakaran diduga dipicu korsleting listrik saat para penghuni rumah sedang bepergian.

Api dengan cepat membesar dan melahap bangunan yang mayoritas berbahan kayu sehingga merambat ke rumah di sekitarnya.

Merespons musibah tersebut, Bupati OKI Muchendi Mahzareki turun langsung ke lokasi pada Sabtu (5/9/2026) pagi.

Kedatangan Muchendi sekaligus membawa bantuan berupa uang tunai, sembako, selimut dan sejumlah perlengkapan kebutuhan rumah tangga bagi para korban.

Menurut Muchendi, pemerintah harus hadir ketika masyarakat mengalami musibah.

"Hari ini kita datang untuk melihat langsung kondisi saudara-saudara kita. Bantuan ini mungkin belum bisa mengganti seluruh kerugian, tapi mudah-mudahan bisa menyambung kebutuhan untuk sementara waktu," ujar Muchendi dengan nada prihatin.

Ia juga menginstruksikan jajaran pemerintah kecamatan dan desa untuk terus mendampingi para korban yang kini harus menghadapi kehilangan tempat tinggal.

"Terpenting sekarang memastikan warga tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini. Terus dampingi korban dan langsung koordinasikan jika ada kebutuhan mendesak yang perlu ditangani," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Muchendi juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran yang bersumber dari instalasi listrik maupun peralatan rumah tangga.

"Kami mengimbau masyarakat selalu berhati-hati. Sebelum tinggalkan rumah, pastikan kompor, listrik dan peralatan elektronik sudah dicabut dan aman."

"Kalau ada kabel atau instalasi yang sudah tak layak, segera diperbaiki. Jangan sampai kelalaian kecil menimbulkan kerugian yang besar," sambungnya.

Perhatian pemerintah daerah tersebut menjadi penguat bagi para korban yang tengah menghadapi kehilangan harta benda.

Diana (43), salah satu korban, mengaku terharu atas kedatangan Bupati OKI dan bantuan yang diberikan pemerintah.

"Memang musibah ini membuat kami kehilangan sebagian besar harta. Tetapi kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah dan Bapak Bupati yang sudah sudi datang langsung," ucap Diana.

Menurutnya, bantuan sembako dan uang tunai tersebut sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan keluarganya setelah rumah mereka habis terbakar.

Kronologi Kebakaran

Sebelumnya, kebakaran tersebut diketahui warga sekitar pukul 16.00 WIB.

Api dengan cepat membesar dan meluluhlantakkan rumah warga. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting arus listrik.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran OKI, Fikril Hakim, membenarkan kejadian tersebut.

Ia mengatakan tim pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

"Berdasarkan informasi awal dan pemeriksaan di lokasi, dugaan sementara pemicu kebakaran adalah korsleting arus listrik. Kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Para penghuni berhasil selamat," ungkap Fikril.

Proses pemadaman berlangsung sekitar satu setengah jam. Kobaran api akhirnya berhasil dijinakkan secara total sekitar pukul 17.30 WIB.

Pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh petugas Damkar, Manggala Agni, Polsek Pangkalan Lampam, pemerintah kecamatan, pemerintah desa serta warga setempat.

"Dua anggota Damkar kita turun ke TKP langsung berjibaku jinakkan api bersama tim Manggala Agni, Polsek Pangkalan Lampam, Camat beserta staf, Kades Bukit Batu dan tentunya warga setempat."

"Sinergi dan gotong royong inilah yang mempercepat pemadaman sehingga api tidak merambat lebih luas," jelas Fikril.

Saat ini, lokasi kebakaran telah dinyatakan aman dan proses pendinginan juga telah selesai dilakukan.

Sementara itu, total kerugian materi akibat kebakaran tersebut masih dalam proses pendataan oleh petugas.

"Untuk material bangunan memang mengalami kerusakan berat. Namun, total kerugian materiil masih dalam masa penghitungan dan pendataan lebih lanjut oleh petugas di lapangan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.