Liputan6.com, Manggarai - Untuk pertama kalinya, tenda ruang operasi di fasilitas kesehatan darurat rumah sakit lapangan di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) digunakan untuk melakukan tindakan operasi caesar pada Rabu (2/9/2026).
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Obgin) Yuni mengatakan, operasi dilakukan pada seorang ibu dengan indikasi letak lintang dan ketuban pecah. Tindakan di RS Lapangan Ruteng tersebut dilakukan bersama tim bedah RSUD Ruteng.
“Alhamdulillah proses operasi dapat berjalan dengan baik," tutur Yuni dalam video yang dibagikan oleh Kementerian Kesehatan.
"Terima kasih kepada Kementerian Kesehatan yang sudah menyediakan tenda ruangan operasi untuk kami sehingga pelayanan untuk maternal, ibu dan bayi dapat kami kerjakan,” ujar Yuni.
Meski operasi berlangsung di tenda, tindakan medis tetap dilakukan dengan mengikuti standar operasional yang berlaku. Tim juga menjalankan prosedur sterilisasi dan tahapan medis lainnya sesuai dengan panduan yang ditetapkan.
“Proses sterilisasi dan lain-lain tetap kami kerjakan sesuai panduan yang ada, sehingga mudah-mudahan hal-hal yang dikhawatirkan untuk risiko indikasi dan lainnya dapat kita minimalisir,” kata Yuni.
Selama ini, ruang operasi di RS lapangan di Ruteng dimanfaatkan untuk melakukan tindakan seperti patah tulang.
Sebelumnya, gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang NTT menyebabkan kerusakan di sejumlah fasilitas kesehatan. Hal itu membuat faskes mesti memindahkan layanan ke luar gedung salah satunya dengan membangun RS lapangan.
“Ketika bangunan faskes rusak atau retak, pelayanan harus dipindahkan ke lokasi yang lebih aman agar keselamatan pasien dan tenaga kesehatan tetap terjamin,” terang Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, dalam temu media di Jakarta, Rabu (26/8/2026).