Pencuri Mengembalikan Sepeda Motor Milik Guru di Mangkang Wetan Semarang, Ada Surat Minta Maaf
Daniel Ari Purnomo September 05, 2026 07:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Rekam jejak tindak pencurian sepeda motor di kawasan Semarang barat masih terekam jelas dalam ingatan Aiptu Hery Prasetyo.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Mangkang Wetan, Kecamatan Tugu, Kota Semarang tersebut mengutarakan bahwasanya sang pelaku sejatinya mengawali aksi kejahatannya di wilayah Kecamatan Ngaliyan.

Kendati demikian, percakapan awal eksekusi tersebut berujung kegagalan.

Baca juga: Pria Kembaran Banyumas Nekat Bobol Ruko, Curi Uang dan Gas Melon

Rencana pelaku buyar akibat kepanikan yang melanda tatkala sepeda motor incarannya terperosok ke dalam selokan hingga terpergok oleh warga sekitar.

Guna melarikan diri ke arah utara, pelaku nekad menyeberangi jalur jalan raya utama hingga menembus kawasan Mangkang Wetan.

"Karena dikejar warga, akhirnya pelaku menyeberang jalan raya ke arah utara sampai di wilayah Mangkang Wetan," kata Hery, Sabtu (5/9/2026).

Gagal Eksekusi Pertama

Bukannya hengkang dengan tangan hampa, pelaku justru mendapati celah kesempatan kedua di lokasi pelarian.

Lelaki tersebut disinyalir berniat menyambangi kediaman temannya di lingkungan RT 2 RW 1 Kelurahan Mangkang Wetan.

Sewaktu melintas di area pemukiman tersebut, pandangannya tergiur melihat sepeda motor milik Beni, seorang tenaga pengajar SMPN 28 Semarang yang tengah bertamu di rumah rekannya.

Tanpa membuang tempo, armada roda dua yang terparkir di pelataran rumah tersebut langsung digondol kabur.

"Pelaku berusaha menemui temannya yang ada di wilayah RT 2 RW 1 Mangkang Wetan. Namun demikian, karena ada suatu kesempatan, akhirnya pelaku mengambil motor milik guru SMP 28 yang bertamu di wilayah tersebut," ujarnya.

Penyisiran Jejak Pelaku

Hery membeberkan bahwa peristiwa kejahatan tersebut segera dilaporkan dan ditangani secara bersinergi dengan warga setempat.

Ia bersama Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman yang akrab disapa Pilus, bergegas melangsungkan pemetaan lokasi pascamenerima aduan pencurian.

Berdasarkan penelusuran di lokasi insiden awal kawasan Wonosari Ndongdong, petugas menghimpun jajaran rekam petunjuk, meliputi rekaman CCTV hingga sepasang sandal yang diduga kuat milik pelaku.

Tersangka juga sempat menjatuhkan gawai ponsel pintar miliknya sewaktu terbirit-birit menghindari sergapan warga.

"Ketika mengambil di daerah Ndongdong, Wonosari, motornya masuk selokan. Karena ada warga melihat dan mau membantu, malah pelaku lari. Nah, akhirnya dicurigai sebagai curanmor," tutur Hery.

Tatkala pelaku berlari melintasi jalan raya menuju Mangkang, unit telepon seluler miliknya terhempas ke jalan dan beredar ditemukan oleh masyarakat.

Berdasarkan analisis video CCTV dari dua lokasi berbeda, profil dan ciri fisik pelaku mulai terkuak benderang.

Pada tempat kejadian pertama, profil tersangka terekam mengenakan jaket bernuansa putih dipadu helm ojek online.

Petunjuk visual tersebut lantas dicocokkan dengan pasokan informasi dari warga lingkungan Mangkang Wetan.

"Pelaku sempat menemui temannya yang ada di Mangkang Wetan. Dalam hal ini salah satu warga mengenali pelaku dan berdasarkan hasil rekaman CCTV di daerah Ndongdong Wonosari maupun yang ada di Mangkang Wetan ini identik dengan pelaku," jelasnya.

Hery menambahkan bahwa tersangka terkonfirmasi berdomisili di Kelurahan Mangunharjo, yang jaraknya terhitung berdekatan dari lokasi tempat kejadian perkara Mangkang Wetan.

Surat Permintaan Maaf

Setelah pergerakan identitas pelaku tercium publik serta kabar pencurian merebak luas di jejaring lingkungan RT dan RW, sepeda motor yang sempat raib akhirnya dikembalikan.

Kuda besi tersebut diletakkan tak jauh dari titik lokasi pencurian pada Senin (31/8/2026) sekira pukul 02.50 WIB.

Pelaku enggan menampakkan batang hidungnya secara langsung di hadapan korban, melainkan sebatas meninggalkan sepeda motor yang telah terpasang gembok pengaman cakram.

Di balik ruang jok sepeda motor, terselip sekeping surat pernyataan penyesalan yang digoreskan oleh sang pelaku curanmor alias keong.

Lewat goresan tinta tangannya, sosok keong menyampaikan permohonan maaf dan mengklaim tindakannya murni dipicu rasa khilaf.

Warkat tertulis tersebut dialamatkan khusus kepada pemilik kendaraan serta Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman alias Pilus, yang kediamannya bertempat di lingkungan setempat.

Hery menguraikan bahwa pihak keluarga pelaku melalui orang tuanya turut menyambangi kediaman Pilus demi menyampaikan permohonan maaf secara lisan.

Melalui lembaran surat tersebut, pelaku berdalih tak sadarkan diri akibat pengaruh alkohol saat mengeksekusi kendaraan korban.

"Pelaku menyampaikan surat dan lewat orang tuanya datang ke rumah Pak Pilus untuk memberikan solusi bagaimana tindakan tersebut supaya tidak ke ranah hukum karena kesalahan pelaku ini karena khilaf," ungkap Hery.

Proses Hukum Berlanjut

Kendati armada kendaraan telah dikembalikan beserta pengiriman warkat penyesalan, alur penanganan hukum dipastikan tidak serta-merta gugur.

Hery menggarisbawahi bahwasanya berkas laporan tindak kejahatan pencurian tetap diproses secara akuntabel di Mako Polsek Tugu.

Terlebih lagi, rekam jejak tersangka mencatatkan status sebagai residivis kawakan spesialis curanmor yang baru saja menghirup udara bebas empat bulan lalu dari Lapas Kendal.

"Untuk pelaku saat ini spesialis curanmor. Informasinya belum lama keluar dari Lapas Kendal, baru sekitar empat bulan, kemudian melakukan kegiatan lagi untuk curanmor," katanya.

Hingga detik ini, pergerakan tersangka masih terus diburu oleh jajaran petugas.

Jajaran Polsek Tugu menggalang koordinasi intensif bersama Polsek Ngaliyan demi mengendus jejak keberadaan pelaku.

Fisik sepeda motor yang sempat diserahterimakan kembali kini disita sebagai barang bukti demi kepentingan penyidikan.

Hery menengarai bahwasanya pelaku secara khusus mengincar kendaraan roda dua yang terparkir tanpa proteksi pengamanan berlapis.

Kategori kendaraan yang kerap dilirik umumnya berupa sepeda motor matik, khususnya tipe varian keluaran lama.

Oleh sebab itu, ia melayangkan imbauan kepada warga agar tidak sebatas bertumpu pada sistem penguncian bawaan pabrik.

"Kami sebagai Bhabinkamtibmas, terutama di wilayah Kelurahan Mangkang Wetan, mengimbau masyarakat memarkir kendaraannya di tempat yang aman dan dilengkapi kunci ganda," ujarnya.

Menurut kecermatannya, proteksi ekstra semisal penggunaan gembok cakram sanggup menyulitkan ruang gerak para pelaku kejahatan.

Di samping itu, segenap warga diminta menggiatkan kembali giat siskamling demi mengantisipasi potensi kerawanan wilayah.

"Kerja sama tokoh masyarakat, warga, Babinsa maupun Bhabinkamtibmas untuk sengkuyung bareng menggiatkan keamanan atau kamtibmas di wilayah," pungkasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.