Laporan Wartawan TribunJatim.com, Pramita Kusumaningrum
TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Kekhawatiran Sebagian orang terkait bakal adanya kerusakan di Stadion Batoro Katong Ponorogo seusai konser, akhirnya terbantahkan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo membuka peluang Stadion Batoro Katong digunakan kembali untuk menggelar konser maupun event besar lainnya.
Hal itu menyusul evaluasi usai konser yang digelar pada akhir Agustus 2026 lalu. Stadion yang terletak di Jalan Gondosuli, Kelurahan Nologaten, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, menunjukkan tidak adanya kerusakan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan, hasil evaluasi tersebut menjadi salah satu acuan Pemkab Ponorogo untuk mengizinkan penggunaan stadion sebagai lokasi kegiatan serupa ke depan.
Baca juga: Aji Mumpung Saat Ada Konser di Stadion Batoro Katong Ponorogo, Jukir Pungut Rp 20 Ribu Per Mobil
“Nah itu pun juga jadi acuan kita untuk ke depannya ini bisa diselenggarakan di stadion,” ungkap Bunda Lisdyarita—sapaan akrab—Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, Sabtu (5/9/2026).
Selain itu, jelas Bunda Lisdyarita, pihak Pemkab Ponorogo dalam artian Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) sudah tiru.
“Studi tiru di beberapa tempat yang stadionnya dipakai untuk kegiatan-kegiatan seperti konser atau kegiatan lainlah yang besar-besar,” tegasnya,
Kader Partai Gerindra ini menyatakan dengan studi tiru dan hasil evaluasi pasca konser, Pemkab Ponorogo membuka opsi untuk kegiatan lain.
Namun, hal tersebut baru berlaku saat kemarau. Untuk musim hujan, Bunda Lisdyarita mengaku belum mengkaji lebih mendalam lagi,
"Ya, kalau hujan... Kalau hujan kita belum kaji. Yang sudah kita kaji yaitu ketika kemarau, seperti itu. Dan ini kan juga pemasukan untuk PAD kami, gitu,” tegasnya.
Kabid Pemuda dan Olahraga, Wahid Purwanto mengatakan bahwa PAD yang diterima jika ada konser atau acara lain sewa stadion Batoro Katong Rp 3,5 juta per hari.
“Nah kemarin itu tiga hari. Berarti dapat Rp 10,5 juta. Belum lagi parkir sekitar yang masuk di dinas perhubungan maupun kantong parkir juga pada dinas kami (Disbudparpora),” paparnya.
Selain itu, Wahid menyatakan juga tentang perputaran ekonomi. Dimana warga sekitar atau UMKM sekitar yang mendapatkan pemasokan.
“Tidak hanya PAD dari sewa stadion, parkir Dishub maupun pajak hiburan. Juga umkm kan kecipratan juga. Perputaran ekonominya ada,” pungkasnya.
Konser Josjis di stadion Batoro Katong Kabupaten Ponorogo sempat menuai penolakan dari sejumlah anggota DPRD Ponorogo tetap digelar, Minggu (30/8/2026) malam.
Kekhawatiran bukan sekadar soal ramainya penonton, tetapi juga nasib rumput stadion yang selama ini dirawat dengan anggaran pemerintah hingga potensi kericuhan saat konser berlangsung.
Dalam hearing bersama pihak terkait, anggota dewan menyoroti risiko kerusakan rumput, kemungkinan adanya benda berbahaya seperti batu dan pecahan kaca, hingga akses pintu stadion yang dinilai dapat memicu persoalan jika terjadi kericuhan.
Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com