Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin | Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Bupati Aceh Utara, H Ismail A Jalil SE MM, yang akrab disapa Ayah Wa, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan dan memeriahkan rangkaian peringatan 800 tahun Samudera Pasai di Aceh Utara.
Peringatan bersejarah tersebut akan dipusatkan di Lapangan Landing, depan Kantor Bupati Aceh Utara, dan dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai 6 hingga 13 September 2026.
Ayah Wa mengajak masyarakat tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga turut mengambil bagian dalam menyemarakkan seluruh rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara.
Menurutnya, peringatan 800 tahun Samudera Pasai merupakan momentum penting bagi masyarakat Aceh Utara untuk kembali melihat dan memahami akar sejarah daerah sebagai bagian dari perjalanan panjang peradaban Islam di Nusantara.
Baca juga: Ayah Wa Hapus Denda PBB 100 Persen Khusus bagi Warga Terdampak Banjir
“Kini 800 tahun Samudera Pasai menjadi momentum untuk mengenang kejayaan masa lalu, sekaligus meneguhkan rasa bangga terhadap sejarah dan warisan yang kita miliki. Ayo kita sukseskan kegiatan ini dan kita buktikan bahwa ini peradaban Islam dunia,” kata Ayah Wa.
Pemkab Aceh Utara menyampaikan, rangkaian peringatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial.
Kegiatan ini diarahkan sebagai momentum untuk mengenang kembali sejarah Kesultanan Samudera Pasai, yang dikenal sebagai salah satu kerajaan Islam awal di Nusantara.
Samudera Pasai juga memiliki posisi penting dalam sejarah perdagangan dan perkembangan Islam di kawasan Asia Tenggara.
Keberadaannya menjadi bagian penting dari sejarah Aceh Utara sekaligus warisan peradaban yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda.
Karena itu, peringatan 800 tahun Samudera Pasai diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya menjaga identitas dan warisan sejarah daerah.
Ayah Wa menilai, kebanggaan terhadap sejarah tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegiatan peringatan.
Nilai-nilai sejarah dan warisan peradaban tersebut harus menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam membangun Aceh Utara pada masa kini dan masa mendatang. (*)