Kecelakaan Hari Ini di Tol Palindra, Tabrakan Beruntun Bus Damri-ALS-Hilux, Sopir Bilang Asap Tebal
Ferdinand Waskita Suryacahya September 05, 2026 08:08 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Insiden kecelakaan hari ini di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, tiga kendaraan terlibat tabrakan beruntun pada Sabtu (5/9/2026) pagi.

Peristiwa kecelakaan beruntun itu tepatnya terjadi di Jalan Tol Palembang–Indralaya (Palindra) sekira pukul 05.30 WIB.

Tiga kendaraan terlibat kecelakaan, yaitu bus Damri dan ALS serta mobil Toyota Hilux.

Sopir bus ALS bernama Hartono menuturkan bus rute Medan–Malang itu melaju lambat di lajur kanan tol yang diselimuti kabut asap tebal.

Hal yang sama disampaikan saksi mata bernama Nurul mengatakan, kecelakaan diduga karena pandangan pengemudi Damri terhalang oleh kabut asap yang menyelimuti tol.

Kronologi Versi Sopir Bus

Sopir bus ALS bernama Hartono menyampaikan kronologi kecelakaan tersebut.

Berawal saat bus dengan nopol BK 7672 UA yang dikemudikannya melaju dari arah Palembang menuju Indralaya.

Menurut Hartono, bus rute Medan–Malang itu melaju lambat di lajur kanan tol yang diselimuti kabut asap tebal.

“Kabut asapnya tebal sekali. Apalagi kan hari belum terlalu terang,” kata Hartono dikutip dari TribunSumsel.

Saat melaju di KM 11 Tol Palindra, bus ALS menabrak mobil Hilux yang melaju di depannya.

Sontak Hartono beserta beberapa penumpang keluar dari kendaraan.

“Dan tiba-tiba mobil kami ditabrak bus biru (Damri) dari belakang. Kejadianlah itu,” ungkap Hartono.

Ia menuturkan, sama sekali tak mengetahui ada mobil Hilux yang melaju di lajur sama.

Kejadian yang begitu cepat tersebut membuat Hartono mengaku tak dapat mengendalikan kendaraan.

“Kabut asapnya tebal sekali. Benar-benar jarak pandang terbatas hanya sekitar dua meteran,” ungkapnya.

Akibat kecelakaan tersebut, bus ALS mengalami ringsek di bagian belakang kendaraan, yaitu kap mesin.

Sementara dua kendaraan lainnya dibawa ke Mapolres Ogan Ilir.

“Kami sekarang ini menenangkan diri dulu. Sambil menunggu panggilan polisi,” kata Hartono.

Hal yang sama disampaikan saksi mata bernama Nurul.“Kabut asap tebal sekali. Pandangan terhalang. Tiba-tiba nabrak bus lain,” kata Nurul

Nurul sendiri mengaku tak mengalami luka. Namun, ia menyaksikan ada sejumlah penumpang Damri yang mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

“Pastinya syok. Kami sebenarnya sudah khawatir mau lewat jalan yang kabutnya tebal begitu,” kata dia.

Ditlantas Polda Sumatera Selatan dan Satlantas Polres Ogan Ilir masih melakukan penyelidikan di TKP kecelakaan.

Pihak Damri Palembang mengaku belum mengetahui secara pasti terkait kecelakaan tersebut.

Dikatakan manajemen Damri, informasi mengenai kecelakaan tersebut belum diterima secara resmi.

“Saya belum mengetahui info itu,” kata salah seorang staf kantor Damri Palembang, Shinta, saat dikonfirmasi.

Sementara itu, salah seorang pegawai di pul Damri Jalan Kol. H. Burlian Km 9 Palembang membenarkan adanya kecelakaan tersebut.

“Iya tadi pagi kecelakaan karena kabut asap,” jelasnya, seraya enggan disebutkan namanya.

Pegawai tersebut menyebutkan, saat kejadian bus mengangkut satu orang penumpang dengan rute Palembang–Prabumulih.

“Kalau penumpang kabarnya tidak masalah. Yang jadi masalah sopirnya yang saat ini masih dalam perawatan di Ogan Ilir,” paparnya, seraya menyayangkan kabut asap yang masih melanda di Sumsel.

Kondisi Korban

Sejumlah penumpang dilaporkan mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke Rumah Sakit Indralaya. Untuk sementara, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Dugaan awal, kecelakaan terjadi akibat jarak pandang pengemudi yang terbatas karena kabut asap yang menyelimuti kawasan Tol Palindra.

Sebanyak 22 penumpang bus ALS yang terlibat kecelakaan beruntun di Tol Palembang-Indralaya (Palindra), Ogan Ilir, masih mengalami syok.

Puluhan penumpang tersebut untuk sementara ditampung di rest area KM 20 Tol Palindra.

Setelah menjalani pemeriksaan, para penumpang dipersilakan melanjutkan perjalanan.

Sopir bus ALS bernama Hartono memastikan seluruh penumpang bus tersebut dalam keadaan selamat.

"Tidak ada yang luka. Cuma memang penumpangnya masih syok semua. Semuanya 22 orang," kata Hartono.

Respons Gubernur Sumsel

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meminta agar faktor penyebab kecelakaan tidak serta-merta hanya dikaitkan dengan kondisi lokasi maupun kabut asap.

Saat dikonfirmasi mengenai kecelakaan tersebut, Herman Deru mengaku belum mengetahui adanya kecelakaan yang melibatkan dua bus tersebut.

“Belum tahu ada kecelakaan, kecelakaan apa itu?,” ujarnya saat dikonfirmasi TribunSumsel.com, di sela kegiatan festival literasi di The Sultan Convention Center, Sabtu (5/9/2026).

Deru mengatakan apabila kecelakaan melibatkan bus dengan merek yang sama dan terjadi berulang kali (ALS), maka perusahaan harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja armada maupun pengemudinya.

“Kalau tiap kecelakaan merek busnya sama (ALS) dan yang kemarin kecelakaan juga sama (kecelakaan di Musi Rawas) sehingga perusahaan pengelola harus mengecek bisa jadi akibat human error jadi jangan mengkambinghitamkan lokasinya di mana,” ujar Herman Deru.

Menurut Herman Deru, aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama dengan melakukan evaluasi terhadap pengemudi dan kondisi busnya.

(TribunJakarta.com/TribunSumsel)

Berita terkait

  • Baca juga: Kecelakaan Hari Ini di Tol Batang, Tabrakan Beruntun Libatkan Ambulans, 1 Orang Tewas

  • Baca juga: Kecelakaan Maut di Tol Batang: Ambulans Tabrak Truk, Roda Cadangan Terlepas dan Hantam Mobil Lain

  • Baca juga: Kecelakaan Maut di Denpasar: Scoopy Oleng Masuk Jalur Lawan Adu Banteng dengan Viar, Pemuda Tewas

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.