TRIBUNNEWS.COM - Penyebab kekalahan Real Madrid dari Real Betis di matchday keempat Liga Spanyol barangkali tak bisa diungkapkan dengan gamblang ke permukaan.
Namun, keberhasilan Real Betis mengalahkan Real Madrid dengan skor 1-0, Sabtu (5/9/2026) dini hari di Estadio de la Cartuja, tak bisa lepas dari sosok seorang Marc Bartra.
Marc Bartra memang bukanlah pemain inti di pertandingan ini.
Ia masuk di menit 39' babak pertama untuk menggantikan Diego Llorente yang mengalami cedera.
Salah satu andil terbesar Bartra terjadi ketika Real Madrid mendapatkan hadiah penalti di menit 94'.
Tentu saja Kylian Mbappe yang maju sebagai eksekutor tendangan dari titik 12 pas tersebut.
Namun tendangan penalti Mbappe itu bisa digagalkan kiper Betis, Alvaro Valles.
Keberhasilan Valles menepis tendangan penalti Mbappe membuat bola bergulir liar.
Sebenarnya, Mbappe bisa saja melakukan rebound atas sepakan yang digagalkan itu.
Baca juga: Vinicius Junior Abaikan Jose Mourinho, Real Madrid Berpotensi Memanas Lagi
Ternyata pemain asal Prancis itu mendapatkan adangan dari Marc Bartra yang tepat waktu muncul.
Kemunculan Bartra membuat Mbappe tak bisa menyontek bola dan hanya menghasilkan sepak pojok.
Ketepatan waktu munculnya Bartra inilah yang menjadi pembahasan selepas laga.
Tak sedikit pihak yang menganggap eks penggawa Barcelona itu menyalahi aturan.
Bartra dianggap sudah masuk ke kotak penalti sebelum sepakan penalti dilaksanakan.
Namun sang pemain memiliki penjelasan tersendiri terkait itu.
"Beberapa waktu lalu, saya bertanya kepada seorang teman yang merupakan wasit dari Segunda B, meskipun sekarang dia sudah tidak menjadi wasit lagi."
"Dia mengatakan kepada saya bahwa Anda bisa berada di dalam kotak penalti, tetapi tidak dengan kedua kaki” jelas bek tengah Betis tersebut mengenai posisinya saat penalti, dalam pernyataannya kepada Movistar Plus.
"Saya mencoba menghitung waktunya sebaik mungkin hari ini. Memang benar, jika dia menendangnya setengah detik lebih cepat atau lebih lambat, saya pasti sudah berada di dalam kotak penalti, tetapi saya pikir pada akhirnya... Saya mencoba bertahan selama mungkin dengan kaki tetap menapak dan tanpa menginjaknya, dan semuanya berjalan dengan baik,” paparnya.
Pada akhirnya, gangguan tersebut menjadi penting bagi Real Betis.
Ia menggagalkan momentum Mbappe dan Real Madrid yang sangat keras berusaha mencetak gol di menit akhir.
Betis menjadi tim pertama yang memberikan kekalahan kepada Real Madrid musim ini di Liga Spanyol.
Terlepas dari kurang maksimalnya penyelesaian akhir para pemain El Real, pertahanan rapat Betis juga pantas mendapatkan apresiasi di pertandingan kali ini.
(Tribunnews.com/Guruh)