Gold to Baitullah, Menabung Emas untuk Berhaji
IKL September 05, 2026 08:38 PM

SERAMBINEWS.COM - Menunaikan ibadah haji merupakan cita-cita. Sejak dahulu, masyarakat menabung sedikit demi sedikit dari hasil bertani, berdagang, melaut, maupun bekerja, termasuk melalui emas yang dipercaya mampu menjaga nilai harta. Namun, seiring meningkatnya biaya haji dan panjangnya masa tunggu keberangkatan, perencanaan menjadi semakin penting.

Melihat kebutuhan itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) menghadirkan Gold to Baitullah (GTB), sebuah program yang menghubungkan investasi emas, pembiayaan syariah, tabungan haji, hingga layanan perjalanan ibadah dalam satu ekosistem yang saling terintegrasi.

Sebagai bank bullion-bank emas pertama di Indonesia-BSI menghadirkan pendekatan baru dalam mempersiapkan ibadah haji. Tak sekedar membeli emas, tapi merencanakan perjalanan haji melalui instrumen yang berpotensi menjaga nilai aset dalam jangka panjang.

CEO Regional BSI Aceh, Imsak Ramadhan, menegaskan, Gold to Baitullah bukanlah satu produk tunggal. Ia merupakan rangkaian solusi keuangan syariah yang dirancang untuk membantu masyarakat mempersiapkan biaya menuju Baitullah secara bertahap, aman, dan terencana.

"Melalui Gold to Baitullah, kami ingin memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mulai mempersiapkan perjalanan ke Tanah Suci dari sekarang. Tidak harus menunggu memiliki dana besar. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi awal menuju impian berhaji," ujarnya.

Menurut Imsak,sebagian  masyarakat beranggapan persiapan haji dimulai ketika sudah memiliki uang puluhan juta. Padahal, tantangan terbesar bukanlah mengumpulkan dana, melainkan keberanian untuk memulai langkah pertama.

Berangkat dari pemikiran itulah BSI membangun konsep Gold to Baitullah. Masyarakat dapat mulai memiliki emas sesuai kemampuan finansial, lalu menjadikannya bagian dari perencanaan biaya haji.

Konsep tersebut sejatinya sangat dekat dengan kebiasaan masyarakat Aceh. Selama ini, banyak keluarga menyimpan emas dalam bentuk perhiasan di rumah sebagai tabungan jangka panjang. Gold to Baitullah menghadirkan alternatif yang lebih aman, praktis, sekaligus terintegrasi dengan layanan perbankan syariah.

Melalui BSI Emas Digital maupun BSI Cicil Emas, masyarakat dapat membeli emas secara bertahap sesuai kemampuan. Ketika nilai emas meningkat atau target gram telah tercapai, emas tersebut dapat dijual kembali sesuai ketentuan untuk menjadi sumber pembiayaan ibadah umrah maupun haji.

Dana hasil penjualan kemudian dapat ditempatkan pada Tabungan Haji BSI hingga memenuhi syarat memperoleh nomor porsi haji. Setelah porsi didapatkan, investasi emas pun masih dapat dilanjutkan sebagai persiapan pelunasan biaya.

Gedung Landmark BSI Aceh. (DOK BSI ACEH)
Gedung Landmark BSI Aceh. (DOK BSI ACEH) (for serambinews)

Ekosistem Layanan Finansial dan Spiritual

Imsak Ramadhan menjelaskan, Gold to Baitullah pada dasarnya merupakan sebuah ekosistem layanan. Program ini menghubungkan berbagai produk BSI mulai dari BSI Emas Digital, BSI Cicil Emas, BSI Gold atau emas batangan, Tabungan Haji BSI, hingga aplikasi BYOND by BSI dalam satu perjalanan finansial yang saling melengkapi.

Melalui aplikasi BYOND by BSI, nasabah dapat bertransaksi emas sekaligus mengakses berbagai layanan keuangan lainnya. BSI juga bekerja sama dengan perusahaan travel yang telah diverifikasi legalitas untuk layanan umrah, sementara layanan haji khusus dapat diakses melalui kantor cabang BSI.

"Gold to Baitullah bukan sekadar mengajak masyarakat membeli emas. Yang kami bangun adalah kebiasaan merencanakan perjalanan ibadah sejak dini melalui instrumen yang memiliki potensi menjaga nilai aset," ujar Imsak.

Di Aceh, program tersebut mendapat sambutan positif. Hingga Juli 2026, BSI Regional Aceh telah melayani 126.876 nasabah emas dengan total kepemilikan mencapai 98 kilogram emas, meningkat 129 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, jumlah nasabah Tabungan Haji BSI Regional Aceh telah mencapai 328.956 rekening atau tumbuh 10,50 persen secara tahunan. Pada musim haji tahun ini, sebanyak 2.986 nasabah Tabungan Haji BSI Regional Aceh telah berangkat menunaikan ibadah haji.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan emas sebagai bagian dari perencanaan ibadah ke Tanah Suci.(*)

Cara menabung emas BSI
    * Buka/siapkan rekening BSI. 
    * Akses layanan emas melalui BYOND by BSI. 
    * Pilih menu pembelian emas. 
    * Tentukan nominal atau gramasi yang ingin dibeli. 
    * Lakukan pembayaran. 
    * Saldo emas akan tercatat sebagai saldo pada rekening emas. 
    * Produk online saat ini tersedia dalam 5, 10, 25, 50, dan 100 gram, dengan pembiayaan maksimal Rp150 juta.

Cara cicil emas BSI
    * Masuk ke BYOND by BSI atau ajukan melalui kantor BSI. 
    * Pilih gramasi emas. 
    * Tentukan tenor cicilan. 
    * Siapkan uang muka sesuai ketentuan yang berlaku. 
    * Ajukan pembiayaan. 
    * Setelah akad, cicil sesuai angsuran yang telah ditetapkan. Produk Cicil Emas menggunakan akad murabahah.

Cara Buka Tabungan Haji di BSI
    * Siapkan KTP dan data diri. 
    * Buka rekening BSI Tabungan Haji Indonesia melalui kantor cabang BSI atau BYOND by BSI. 
    * Setoran awal minimal Rp100.000. 
    * Nabung secara rutin sesuai kemampuan. 
    * Bisa menggunakan autodebet agar tabungan otomatis setiap bulan. 
    * Setelah memenuhi dana yang diperlukan untuk pendaftaran porsi haji, lakukan proses pendaftaran sesuai ketentuan.
    * Setelah mendapatkan porsi, tunggu jadwal keberangkatan dan siapkan dana pelunasan. 
    * Tabungan Haji BSI bebas biaya administrasi bulanan.

Download PDF nya disini, Edisi SERAMBI AWARD Bank Syariah Indonesia

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.