Jalan Sehat Warga Batursari Demak Jadi Ruang Guyub dan Gotong Royong
rival al manaf September 05, 2026 09:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK — Jalan sehat di Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menjadi gambaran bagaimana sebuah kegiatan sederhana dapat mempertemukan ribuan warga dalam suasana guyub dan penuh kebersamaan.

Kegiatan yang digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tersebut melibatkan masyarakat dari 42 RW di Desa Batursari.

Kegiatan ini tidak hanya mengajak warga menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan semangat gotong royong.

Baca juga: BREAKING NEWS: SMA 1 Bantarkawung Brebes Kebakaran, 7 Ruangan Hangus

Baca juga: Kronologi Mobil Terbakar di Pantura Brebes, Berawal dari Selang Bensin Bocor

Warga dari berbagai lingkungan hadir dan mengikuti jalan sehat bersama.

Suasana semakin meriah karena kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berkumpul di luar rutinitas sehari-hari.

Desa Batursari sendiri merupakan salah satu desa dengan jumlah penduduk cukup besar di Kecamatan Mranggen, dengan sekitar 34.000 jiwa.

Karena itu, kegiatan yang mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai RW memiliki arti tersendiri dalam menjaga komunikasi dan kekompakan warga.

Kepala Desa Batursari, Sutikno menyebut bahwa membangun desa bukan pekerjaan satu pihak.

"Pemerintah desa membutuhkan dukungan dan keterlibatan masyarakat agar berbagai program dan kegiatan dapat berjalan," ujar Sutikno dalam keterangan tertulis Sabtu (5/9/2026).

Ia menyebut dukungan bisa datang dari setiap warga dengan latar belakang yang berbeda.

Ia mencontohkan salah satunya adalah Novia seorang wanita yang ikut memberi dukungan kegiatan desa meski dengan latar belakang pendidikan yang terbatas.

Novia mengaku tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan formal.

Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti belajar.

Baginya, kehidupan menjadi ruang untuk terus belajar dan membentuk karakter.

Ia menjalani kehidupan dengan memegang sejumlah prinsip, mulai dari kegigihan, kedisiplinan, fokus, hingga pentingnya membangun kerja sama dengan orang lain.

Di atas semua itu, Novia menempatkan nilai spiritual sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan.

Ia meyakini bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian materi atau posisi seseorang, tetapi juga dari seberapa besar keberadaannya dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

“Hidup harus bisa memberikan dampak positif,” kata Novia.

Prinsip tersebut menjadi salah satu pegangan yang ia tanamkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk kepada anak-anak dan orang-orang yang berada di sekitarnya.

Menurut Novia, seseorang tidak harus memiliki awal kehidupan yang sempurna untuk bisa berkembang.

"Yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar, bekerja keras, menjaga disiplin, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi keterbatasan," ucapnya.

Semangat yang Tetap Relevan

Pesan tersebut sejalan dengan semangat yang terlihat dalam kegiatan jalan sehat warga Batursari.

Perayaan kemerdekaan memang memiliki momentum tertentu, tetapi nilai kebersamaan yang muncul di dalamnya dapat terus dijaga setelah kegiatan berakhir.

Jalan sehat menjadi contoh sederhana bagaimana kegiatan masyarakat dapat menjadi ruang bertemu sekaligus memperkuat hubungan sosial.

Warga tidak hanya berjalan bersama, tetapi juga saling menyapa, berinteraksi, dan membangun kembali kedekatan antarlingkungan.

Keterlibatan 42 RW menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat.

Bagi pemerintah desa, dukungan masyarakat menjadi modal penting untuk menjalankan berbagai kegiatan dan pembangunan.

Sementara bagi warga, kegiatan bersama seperti ini menjadi pengingat bahwa kehidupan bermasyarakat tidak dapat dibangun secara individual. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.