300 Domba Unggul dari Berbagai Daerah Adu Kualitas di Kontes Domba Nasional Piala Bupati Magelang
Joko Widiyarso September 05, 2026 09:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Kabupaten Magelang menjadi panggung adu kualitas domba dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebanyak 300 ekor domba mengikuti Kontes Domba Nasional Piala Bupati Magelang 2026 yang digelar di Lapangan Sasana Krida, Kelurahan Secang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Sabtu (5/9/2026).

Bukan sekadar ajang mencari juara, kontes tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan para peternak sekaligus mendorong peningkatan kualitas ternak kambing dan domba.

Para peserta datang dari sejumlah daerah, di antaranya Magelang, Kediri, Banjarnegara, Blitar, Bandung, Jawa Barat, Jawa Timur, dan daerah lainnya.

Kegiatan ini merupakan kerja sama Pemerintah Kabupaten Magelang melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispeterikan) dengan Asosiasi Peternak Kambing Domba Secang-Grabag.

Kepala Dispeterikan Kabupaten Magelang, Joni Indarto, mengatakan kontes tersebut diharapkan dapat menjadi sarana apresiasi sekaligus motivasi bagi para peternak untuk terus melakukan inovasi.

“Kami memberikan apresiasi dan juga memberikan motivasi kepada para peternak, baik itu di wilayah Kabupaten Magelang maupun daerah-daerah lain, agar dalam peternakan itu ada inovasi sehingga menghasilkan produk-produk peternakan yang berkualitas,” kata Joni.

Persaingan semakin menarik dengan disiapkannya total hadiah sekitar Rp65 juta untuk para juara dari 11 kategori yang dipertandingkan.

Pemkab Magelang berharap kontes nasional tersebut memberikan dampak lebih luas terhadap perkembangan peternakan di daerah. Kehadiran peternak dari berbagai wilayah dinilai dapat menjadi kesempatan bagi peternak lokal untuk melihat secara langsung standar dan kualitas ternak yang dikembangkan di daerah lain.

Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan memunculkan inovasi baru, mulai dari pemilihan bibit, pola pemeliharaan, hingga upaya meningkatkan kualitas ternak.

Joni menegaskan, salah satu target utama kegiatan tersebut adalah mendorong peningkatan kualitas produk peternakan kambing dan domba di Kabupaten Magelang.

“Kami ingin membangun kualitas produk dari peternakan kambing domba di Kabupaten Magelang,” tegasnya.

Dengan berkumpulnya ratusan domba dan peternak dari berbagai daerah, Kontes Domba Nasional Piala Bupati Magelang 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi semata.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang belajar, pertukaran pengalaman, sekaligus pemacu peternak Magelang untuk menghasilkan ternak yang semakin berkualitas dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Antusiasme peserta tinggi

Ketua Panitia dari Asosiasi Peternak Kambing Domba Secang-Grabag, Muhammad Iman Setya, mengatakan antusiasme peserta cukup tinggi.

Bahkan, peserta yang datang tidak hanya berasal dari wilayah Jawa Tengah, tetapi juga dari sejumlah daerah di Jawa Barat dan Jawa Timur.

“Dari seluruh Indonesia, Pak. Ada yang dari Jawa Timur, Blitar, Jawa Barat, Kediri, Bandung ada juga,” ujarnya.

Sebanyak 11 kategori dipertandingkan dalam kontes nasional tersebut. Kategori yang dilombakan mencakup kelas jantan, betina, hingga kelas remaja.

Di antaranya Jantan Ekstrem, Jantan Bertanduk Dewasa 1, Jantan Bertanduk Dewasa 2, Jantan Non Tanduk, Betina Dewasa 1, Betina Dewasa 2, Betina Remaja, Remaja Poel 1, dan Remaja Poel 2.

Salah satu kategori yang menjadi perhatian adalah kelas Jantan Ekstrem, yang menampilkan domba dengan ukuran tubuh paling besar.

“Yang paling besar yaitu Jantan Ekstrem. Itu yang paling besar,” kata Iman.

Untuk menentukan domba terbaik, dewan juri menerapkan proses penilaian dalam dua tahap.

Tahap pertama dilakukan dengan melihat sejumlah aspek fisik domba, meliputi bobot, panjang, tinggi, dan lebar tubuh. Setelah itu, peserta menjalani penilaian lanjutan di pedok.

Di tahap kedua, dewan juri melakukan penilaian lebih menyeluruh terhadap domba-domba yang mengikuti kontes.

“Kriteria penilaian dari pertama itu kambing masuk dinilai dari bobot, panjang, tinggi, lebar. Lalu nanti selanjutnya penilaian kedua itu masuk ke pedok. Di pedok nanti kita dari juri menilai lagi semua dari peserta,” jelas Iman.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.