Tribunlampung.co.id, Pesawaran – Kepala Desa Pulau Pahawang, Ahmad Salim, mendesak Pemerintah Kabupaten Pesawaran untuk segera mendistribusikan bantuan medis darurat.
Baca juga: Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Selimuti Kota Bandar Lampung
Hal tersebut menyusul tebalnya endapan abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau ( GAK ) yang mengepung wilayah kepulauan Kecamatan Marga Punduh, Sabtu (5/9/2026) malam.
Hujan material halus dari gunung api Selat Sunda tersebut dilaporkan menutupi lantai keramik pemukiman warga hanya dalam hitungan detik.
Dampak paparan abu kini mulai memicu gangguan kesehatan serius pada ratusan warga setempat, terutama iritasi mata dan infeksi saluran pernapasan.
Pemerintah desa telah menginstruksikan seluruh kepala dusun untuk membagikan imbauan keselamatan agar warga mengenakan kacamata serta masker saat beraktivitas di luar rumah.
Desakan penanganan medis ini disampaikan guna mencegah krisis kesehatan yang makin meluas di kawasan kepulauan terluar Kabupaten Pesawaran tersebut.
Ahmad Salim menegaskan bahwa laju ketebalan debu di wilayahnya sudah berada pada taraf yang mengkhawatirkan bagi keselamatan jiwa warga.
“Debu erupsi tersebut sangat tebal. Dalam satu menit saja lantai keramik bisa tertutup debu. Ini tentu sangat membahayakan kesehatan warga di Desa Pulau Pahawang,” ujar Salim, Sabtu (5/9/2026) malam.
Ia menambahkan, keterbatasan logistik di tingkat desa membuat pihak aparat kewalahan merespons dampak kesehatan yang mulai dirasakan masyarakat secara langsung.
Salim sangat berharap Pemkab Pesawaran beserta dinas terkait segera menerjunkan tim medis serta menyalurkan bantuan pasokan masker dan obat-obatan ke Pulau Pahawang.
“Kami sangat berharap ada perhatian dan respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran. Ini menyangkut perlindungan kesehatan ratusan warga pulau yang terdampak langsung debu erupsi,” pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/Okyindrajaya)