Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Di balik aktivitas literasi yang terus berjalan di Komunitas Gada Membaca, Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, ada peran para relawan yang dengan sukarela meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya.
Saat ini, Komunitas Gada Membaca telah memiliki 2.832 anggota. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak usia dini, siswa sekolah, mahasiswa hingga masyarakat umum.
Salah seorang relawan, Risa Muliya (46), warga Desa Winduraja, telah bergabung dengan Gada Membaca sejak 2021.
Risa rutin membantu pelayanan di Gada Membaca setiap Jumat siang dan Sabtu.
Ia juga kerap mendampingi anak-anak membaca buku serta mengikuti berbagai permainan edukatif.
Bagi Risa, menjadi relawan bukan sekadar mengisi waktu luang. Selama bergabung dengan Gada Membaca, ia mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan manfaat.
Baca juga: Bukan Sekadar Tempat Baca, Gada Membaca Ciamis Kini Punya 2.817 Anggota Aktif
Mulai dari bertambahnya teman dan ilmu, mengikuti berbagai pelatihan, hingga merasakan menjadi bagian dari keluarga besar Gada Membaca.
Risa bahkan mengaku senang ketika ada orang yang mengenalinya sebagai relawan Gada Membaca.
"Saya ingin menjadi manusia yang bermanfaat walau dengan sedikit ilmu yang saya miliki," ujar Risa, Sabtu (5/9/2026).
Cerita serupa datang dari Ike Nurjanah, relawan asal Desa/Kecamatan Panawangan.
Selama menjadi relawan, Ike mendapatkan pengalaman mengolah bahan bacaan dan bertemu dengan banyak orang.
Ia juga dipercaya mendampingi anak-anak MIS Winduraja dalam belajar komputer dasar.
Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga bagi Ike yang saat ini sedang menempuh kuliah semester 4 jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Terbuka.
Ike bercita-cita menjadi seorang guru. Menurutnya, Gada Membaca tidak hanya menjadi tempat untuk belajar tentang literasi, tetapi juga ruang untuk bertumbuh dan mendapatkan pengalaman.
Sementara itu, Ketua Komunitas Gada Membaca, Naufalia Qisthi, mengatakan keberadaan relawan memiliki peran penting dalam keberlangsungan berbagai kegiatan di komunitas tersebut.
Menurutnya, banyak kegiatan dan pelayanan Gada Membaca dapat berjalan karena adanya orang-orang yang bersedia secara sukarela memberikan waktu, tenaga, dan pikirannya.
Baca juga: Balad Galuh PSGC Ciamis Kembali Dipimpin Ghozin, Siap Bentuk Dua Korwil Baru
"Relawan bukan sekadar tenaga bantuan, tetapi bagian dari perjalanan dan kekuatan Gada Membaca," kata Naufalia.
Ia mengatakan setiap relawan memiliki kesibukan dan cara berkontribusi yang berbeda.
Namun, semangat untuk peduli dan mengambil bagian sesuai kemampuan menjadi kekuatan yang membuat gerakan literasi tersebut terus hidup.
"Alhamdulillah, semangat untuk peduli dan mengambil bagian sesuai kemampuan itulah yang membuat gerakan ini bisa terus hidup dan berjalan bersama," ujarnya.
Bagi Gada Membaca, kehadiran relawan bukan hanya membantu menjalankan kegiatan.
Mereka juga menjadi bagian penting dalam membangun ruang belajar yang terbuka bagi masyarakat, khususnya anak-anak. (*)