Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Perum Bulog Cabang Ciamis memastikan warga penerima bantuan pangan (banpang) tak perlu khawatir jika menemukan beras yang diterima tidak sesuai standar.
Bulog Ciamis bahkan menjamin akan mengganti beras bantuan apabila ditemukan persoalan, baik terkait bobot maupun kualitas beras.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Ciamis, Johan Wahyudi, mengatakan penggantian dapat dilakukan apabila beras yang diterima masyarakat memiliki bobot kurang dari ketentuan, kemasan rusak, maupun kualitas beras yang dinilai tidak layak konsumsi.
"Kalau ada beras yang timbangannya kurang atau kualitasnya tidak sesuai, silakan dilaporkan. Kami siap melakukan penggantian," ujar Johan, Sabtu (5/9/2026).
Menurut dia, laporan dari masyarakat akan segera ditindaklanjuti petugas di lapangan. Warga dapat menyampaikan keluhan melalui koordinator di tingkat kecamatan maupun petugas koordinator area Bulog.
Baca juga: Bulog Ciamis Salurkan 34 Ribu Ton Beras Bagi Warga Priangan Timur Selama Periode Juli-September
Setelah laporan diterima, Bulog akan melakukan pengecekan dan penanganan secara langsung di lapangan.
Jika memang ditemukan ketidaksesuaian, beras tersebut akan diganti, bahkan ditargetkan dapat dilakukan pada hari yang sama.
Johan memastikan beras bantuan yang disalurkan sebelumnya telah melalui proses pemeriksaan fisik dan penimbangan.
Proses tersebut juga melibatkan sejumlah instansi terkait untuk memastikan beras yang didistribusikan sesuai ketentuan.
Ia menjelaskan, beras bantuan pangan tersebut berasal dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dengan kualitas medium.
"Ini beras medium, bukan beras premium," katanya.
Sementara itu, penyaluran bantuan pangan saat ini masih berlangsung di wilayah Priangan Timur.
Wilayah tersebut mencakup Kabupaten Ciamis, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kota Banjar, Kabupaten Pangandaran, dan Kabupaten Garut.
Johan menyebut realisasi penyaluran beras bantuan di wilayah Priangan Timur telah mencapai sekitar 20,93 persen.
Priangan Timur menjadi salah satu wilayah dengan jumlah penerima bantuan pangan cukup besar secara nasional.
Total penerimanya mencapai lebih dari satu juta orang dengan alokasi beras sekitar 34.000 ton.
Untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026, penyaluran dilakukan sekaligus. Dengan demikian, setiap penerima memperoleh total 30 kilogram beras untuk jatah tiga bulan.
Johan berharap proses penyaluran dapat berjalan lancar hingga seluruh bantuan tersalurkan kepada masyarakat yang berhak.
"Kami berharap bisa tersalurkan 100 persen dan masyarakat menerima sesuai ketentuan, baik dari sisi jumlah maupun kualitas," ujarnya. (*)