KIPRAH Tgk Ahmada MZ Lam Ateuk di Gedung Senayan mendapat dukungan penuh dari kalangan ulama dayah di Aceh. Senator yang berangkat dari dayah tradisional di Aceh ini, dinilai aktif membangun komunikasi dengan masyarakat, serta konsisten menyuarakan kepentingan daerah, khususnya sektor pendidikan dayah, pembangunan, dan kekhususan Aceh.
Ulama asal Pidie Jaya, Tgk. H. Muniruddin M. Diah atau akrab disapa Waled Kiran, menilai Tgk Ahmada selama ini konsisten memperjuangkan kepentingan pendidikan dayah, termasuk terkait Undang-Undang Pondok Pesantren.
Menurutnya, Tgk Ahmada juga aktif bersilaturahmi dengan masyarakat dan turun membantu saat terjadi bencana banjir bandang di sejumlah daerah di Aceh. “Kemudian, silaturahmi beliau hari ini juga sering dilakukan di dayah-dayah dan masyarakat, apalagi saat masa banjir bandang, mulai dari Pidie sampai ke Aceh Timur juga. Baguslah sepak terjang beliau,” ujar Waled Kiran, Minggu (2/8/2026).
Ia berharap konsistensi tersebut terus dipertahankan, tidak hanya dalam memperjuangkan kepentingan dayah, tetapi juga kepentingan masyarakat Aceh secara luas.
“Apalagi kita ini daerah pascakonflik, tsunami, gempa, dan banjir bandang. Jadi ekonomi masyarakat hari ini seperti mati mesin. Bukan masyarakat malas bekerja, tapi masyarakat kita tidak ada tempat kerja. Sehingga perlu dibela supaya tidak banyak pengangguran,” ujarnya.
Baca juga: Tgk. Ahmada MZ Lam Ateuk - Santri Dayah Tradisional Berkiprah di Senayan
Senada dengan itu, Pimpinan Dayah Markaz Ishlah Al Aziziyah, Tu Bulqaini Tanjongan, menilai selama ini Tgk Ahmada sangat proaktif terhadap isu persoalan-persoalan dan kepentingan masyarakat Aceh. Menurutnya, hal itu perlu dipertahankan dan ditingkatkan lebih maksimal lagi.
“Selama ini sangat proaktif terhadap persoalan-persoalan masyarakat dan ke depan harus ditingkatkan lagi. Artinya tidak salah Serambi memberikan anugerah ini kepada sosok Tgk Ahmada,” ujarnya.
Baca juga: Dari Dayah ke Senayan, Tgk Ahmada Lam Ateuk Terima Serambi Awards 2026
Ketua PC Perti Aceh Barat, Tgk. H. Muhammad Arifin Idris atau Abu Cek Arifin, juga menilai Tgk Ahmada merupakan sosok yang selama ini diharapkan menjadi representasi masyarakat dan kalangan santri Aceh di DPD RI.
“Alhamdulillah selama ini Tgk Ahmada adalah sosok yang diharapkan oleh terutama sekali para santri-santri Aceh ataupun kalangan masyarakat dan tokoh-tokoh ulama, yang selama ini diharapkan tampil di DPD RI sebagai perwakilan masyarakat Aceh dan juga santri Aceh,” tuturnya.
“Alhamdulillah selama ini menurut pandangan kami Tgk Ahmada adalah sosok yang seperti diharapkan,” lanjutnya.
Cek Arifin berharap, Tgk Ahmada nantinya dapat kembali terpilih dan semakin aktif berkontribusi bagi pembangunan, sosial, dan keagamaan di Aceh.
Pandangan yang sama juga diberikan oleh Teungku Haidar atau akrab disapa Tu Haidar. Menurutnya, selama dua tahun menjalankan amanah sebagai anggota DPD RI, Tgk Ahmada tetap menjaga komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai kalangan di Aceh meski memiliki kesibukan yang padat di parlemen.
“Alhamdulillah kami melihat dua tahun berjalan beliau telah mengemban amanah yang mulia. Di balik kesibukan yang sangat padat di parlemen, beliau terus berupaya menjalin komunikasi dan silaturahmi yang intens dengan segala kalangan yang ada di Aceh,” ujar Tu Haidar.
Ia berharap Tgk Ahmada bersama senator Aceh lainnya terus memperjuangkan kekhususan Aceh, mengawal dana otonomi khusus secara transparan, serta menyuarakan aspirasi daerah di tingkat pusat.(*)