Jauh di Pedalaman Hutan, Lesten Tetap dalam Perhatian Pemerintah Gayo Lues
Ansari Hasyim September 06, 2026 01:03 AM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Edi Laber | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Kampung Lesten, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, berada jauh di tengah rimbunan pepohonan dan kawasan hutan belantara.

Jarak serta medan ekstrem yang selama ini menjadi tantangan bagi masyarakat tidak menyurutkan perhatian Pemerintah Kabupaten Gayo Lues untuk hadir dan melihat langsung kondisi warga, Sabtu (5/9/2026).

Suasana berbeda terlihat saat Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd., M.Si., bersama Wakil Bupati H. Maliki dan Kapolres Gayo Lues AKBP Cakra Donya, S.I.K., melakukan kunjungan silaturahmi ke Kampung Lesten.

Raut bahagia terpancar dari wajah masyarakat yang mendapat kunjungan tersebut. Kehadiran para pimpinan daerah menjadi momentum bagi warga untuk berinteraksi secara langsung sekaligus menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan yang mereka hadapi.

Baca juga: Korban Bencana di Pining Terima 148 Kasur Besar, Total Bantuan BPBD Gayo Lues Capai 1.660 Unit

Masyarakat Lesten selama ini tinggal jauh dari hiruk-pikuk perkotaan dan pusat pemerintahan kabupaten dengan akses yang cukup terbatas.

Dalam kunjungan itu, rombongan juga menyambangi SDN 1 Atap Lesten. Kondisi sekolah dan keberlangsungan proses pendidikan menjadi salah satu perhatian pemerintah, mengingat pendidikan merupakan kebutuhan dasar yang harus tetap berjalan meski berada di wilayah dengan akses terbatas.

Bupati Gayo Lues Suhaidi mengatakan, letak geografis yang jauh dari pusat pemerintahan bukan alasan bagi masyarakat Lesten untuk luput dari perhatian pemerintah.

“Walaupun mereka jauh dari pusat ibu kota, kebutuhan dasar tetap harus kita penuhi. Pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang layak harus menjadi perhatian kita. Pemulihan pascabencana juga harus dilakukan secara merata,” ujar Suhaidi.

Ia menegaskan, pembangunan tidak boleh hanya terpusat di kawasan perkotaan. Masyarakat yang berada di pelosok dan memiliki keterbatasan akses memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan dan perhatian pemerintah.

Di hadapan para siswa, Suhaidi juga memberikan motivasi agar mereka tetap rajin belajar dan tidak menyerah dengan berbagai keterbatasan.

Ia mengingatkan para pelajar untuk membiasakan diri membaca, menuntut ilmu, serta mempelajari Al-Qur'an sebagai bagian dari pembentukan generasi yang cerdas, berakhlak, dan berkarakter.

“Teruslah belajar dan jangan merasa rendah karena tinggal jauh dari kota. Keterbatasan bukan penghalang untuk meraih cita-cita,” pesan Suhaidi kepada para siswa.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat, fasilitas pendidikan, dan situasi wilayah Kampung Lesten, terutama setelah bencana yang melanda sejumlah wilayah di Gayo Lues.

Perjalanan menuju Lesten yang harus melewati medan ekstrem menjadi gambaran nyata mengenai tantangan akses yang selama ini dihadapi masyarakat setempat. Namun, kondisi tersebut tidak menjadi penghalang bagi pemerintah daerah untuk hadir dan mendengarkan langsung aspirasi warga.

Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues bersama Kapolres Gayo Lues di tengah masyarakat Lesten menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga, khususnya mereka yang tinggal di wilayah pelosok dengan akses terbatas.

Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung berbagai kebutuhan warga, serta memastikan masyarakat di pelosok tetap memperoleh perhatian dan pelayanan yang layak.

Sebab, bagi pemerintah, jauh dari pusat kota bukan berarti jauh dari perhatian.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.